Baitul Arqom Dosen UAD
Tanggal 21-22 April kemarin saya mengikuti kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh LPSI (Lembaga Pengembangan Studi Islam) UAD bagi seluruh staf dosen di kampus III UAD. Acara ini merupakan penggemblengan ruhiyah dan pemahaman tentang manhaj gerakan Muhammadiyah di lingkungan staf dosen. Acaranya cukup padat, sejak pembukaan hari pertama materinya sampai pukul 23.00 WIB, dilanjutkan sholat lail pukul 03.00 WIB hingga siang harinya materinya penuh. Sehingga sepulangnya kegiatan ini tidur saya nyenyak sekali. Tetapi subhanallah banyak sekali ilmu dan wawasan baru yang saya peroleh kali ini. Nanti insya allah saya posting pada tema khusus.
Manajemen Keuangan Keluarga
Tanggal 17 kemarin untuk pertama kalinya saya memberikan pengantar training tentang manajemen keuangan keluarga bertempat di masjid Sultan Agung, Baciro Yogyakarta, yang sekalian diiringi dengan i’tikaf. Dengan peserta sebanyak delapan orang saya menjelaskan tentang bagaimana pentingnya sebuah keluarga agar pandai merencanakan, mengelola, mendata segala hal yang berkaitan dengan keuangan keluarga. Karena kelihatannya masalah ini sepele, tetapi kalau kita terapkan bakal memberikan banyak manfaat yang luar biasa. Materi yang saya berikan masih bersifat sangat fundamental, yaitu tentang pengertian aset/harta, utang/kewajiban, catatan kekayaan keluarga, laba/rugi, dan rasio-rasio keuangan keluarga kita sebagai alat check up kesehatan keluarga kita. Kayaknya saya bakal lebih sering lagi memberkan workshop atau pun training tentang bagaimana keluarga-keluarga di Indonesia bisa melek finansial. Tunggu kabar selanjutnya…
IPDN… Your’e Finished!
Korban yang sudah berjatuhan di IPDN harus distop. Awalnya terus terang saya tidak sepakat kalau IPDN harus dibubarkan, karena sudah begitu banyak investasi yang sudah ditanamkan di sekokah ini. Tetapi semakin hari saya melihat kenyataan ternyata mempertahankan IPDN tanpa melakukan pembersihan total adalah tidak bermanfaat sama sekali. Lihat saja, walaupun sudah dikunjungi orang tua korban, wakil presiden, polisi tetap saja para Praja senior masih mengelak dan menutup-nutupi kejahatan mereka. Lihat juga Rektor IPDN yang sudah melakukan kebohongan publik, lihat juga tingkah para alumni IPDN yang setali tiga uang.
Korban sudah banyak berjatuhan, jangan dianggap sebelah mata, coba bayangkan bila yang menjadi korban anak atau keponakan Anda wahai Rektor IPDN, Praja senior dan alumni IPDN, apa yang bakal Anda lakukan….! Berbagai cara kalian menutupi kebobrokan tersebut, semakin jelas Allah SWT akan buka aib tersebut. Hey IPDN…, riwayatmu sudah TAMAT!.
Nagabonar Jadi 2
Bersama dengan teman saya Bayu Pratama kemarin kami nobar (nonton bareng) film yang sudah jauh hari ingin saya tonton yaitu Nagabonar 2 di Cineplex 21 Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Film ini sebenarnya sudah diputar serentak tanggal 29 Maret 2007 yang hingga saat ini masih selalu dipenuhi penonton. Buktinya untuk nonton pertunjukan pukul 19.15 tiketnya udah kehabisan, yang tersisa pertunjukan pukul 21.25, itu pun tinggal 5 kursi. Terpaksa kami ambil pertunjukan terakhir tersebut yang seharga Rp. 15.000.
Sinopsis
Film ini merupakan sekuel dari Nagabonar, produksi 196, yang saat itu sukses meraih prestasi kualitas (Film Terbaik FFI 1987) sekaligus mendulang prestasi dalam mengumpulkan jumlah penonton.
Diproduksi atas kerjasama PT Demi Gisela Citra Sinema dengan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, film “Nagabonar Jadi 2″ (NBj2) didedikasikan kepada almarhum Drs. Asrul Sani yang telah menciptakan tokoh rekaan Nagabonar – pencopet yang diangkat jadi Jenderal dalam perang kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, Nagabonar (Deddy Mizwar) seorang diri berhasil membesarkan anaknya, Bonaga (Tora Sudiro) – buah hati hasil pernikahannya dengan Kirana (almarhumah), yang kini sukses jadi pengusaha di Jakarta.
Sebagai anak, Bonaga memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya: jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita. Dengan jiwa kepemimpinannya, Bonaga – bersama Pomo (Darius Sinathrya), Ronnie (Uli Herdinansyah), Jaki (Michael Muliadro) – mengelola bisnis yang strategis. Bonaga bersama tiga sahabatnya merupakan cermin anak muda modern: metroseksual, pintar, cerdas, dan dinamis.
Data & Statistik
Beberapa mobil yang digunakan dalam film ini antara lain Suzuki Grand Escudo, Toyota Fortuner, BMW SUV, Toyota Corolla. Hampir seluruh perangkat notebook yang digunakan dalam film ini adalah merk Apple beserta iPOD. Beberapa pesan yang sangat mendalam dalam film ini adalah tentang jiwa patriotisme, cinta tanah air, mandiri, kesalihan beragama, tanggungjawab, KKN, dll.
Kesan
Peran Deddy Mizwar sangat dominan di film ini dan hampir-hampir menyingkirkan peran Tora Sudiro. Komedi yang disuguhkan masih sangat kental walaupun sebenarnya masih banyak di film Nagabonar yang pertama. Namun secara keseluruhan saya puas dengan film ini, dan sepertinya cukup bagus kalau dibuat sekuel berikutnya yang mengisahkan tentang Nagabonar yang sudah menjadi kakek dengan ending kematiannya, oh… mungkin sangat mengharukan…
Kontribusi Finansial Pebisnis Software pada Open Source
Maraknya penggunaan development tools yang berbasis open source oleh perusahaan-perusahaan software menjadi salah satu trigger semakin populernya software open source. Sebagai contoh paket LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP) merupakan paket yang sudah lazim digunakan perusahaan software house dalam mengerjakan berbagai proyek software. Pemilihan paket tersebut bukan tanpa alasan, selain nyaris bebas biaya lisensi, alasan kemudahan bekerja di lingkungan network menjadi pilihan utama juga. Hasilnya produk software tersebut bisa dijual dengan harga jutaan bahkan ratusan juta rupiah.
Tetapi ada satu hal yang mengusik saya, bahwa sampai saat ini saya belum melihat atau membaca berita tentang kontribusi finansial perusahaan software kepada perusahaan/komunitas yang membuat software open source tersebut. Padahak kalau kita perhatikan di beberapa situs mereka biasanya terdapat link bertuliskan Make Donation yang artinya bagaimana para pengguna software mereka dapat memberikan semacam “sumbangan sukarela” karena telah menggunakan software mereka.
Sebenarnya bagi perusahaan software yang kerap memperoleh proyek pembuatan software, saya rasa tidak terlalu memberatkan kiranya bila membuat kebijakan untuk memberikan “sumbangan sukarela” tersebut sekitar beberapa persen dari pendapatan mereka. Toh apabila kesadaran semacam ini tumbuh di kalangan perusahaan-perusahaan software tentu saja turut membantu perkembangan software open source secara keseluruhan.
Mendirikan Perusahaan Software
Alhamdulilah, kemarin tgl 13 April 2007 saya sudah melakukan perjanjian tertulis dengan Mas Arief Sujatmiko. Perjanjiannya tentang komitmen kami berdua untuk mendirikan sebuah perusahaan TI khususnya di bidang software. Setelah ini baru kami melakukan rapat perdana untuk menentukan nama perusahaan, bentuk perusahaan, produk yang akan dihasilkan, pemasaran, dll.
Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin mendirikan perusahaan software, tapi saya melihat belum pas timingnya, takutnya nanti latah saja. Makanya setelah melalui perenungan yang mendalam dengan mempelajari kondisi saat ini, sudah saatnya saya mendirikan perusahaan software. Doakan saya ya agar sukses membesarkan perusahaan ini…