Pengalaman Pertama Menjadi Penguji Pendadaran

Hari ini bisa jadi hari cukup bersejarah bagi saya, karena merupakan hari pertama saya “berhak” menjadi salah satu anggota penguji pendadaran tugas akhir di Program Studi Teknik Informatika UAD. Walaupun sudah hampi empat tahun jadi dosen di sini, tapi saya tergolong salah satu dosen yang sangat malas mengurus berkas jenjang akademik (padahal “yunior”
saya pak Hasanuddin, bu Dewi, pak Murinto yang masuk UAD sesudah saya udah lama menyandang Asisten Ahli), sehingga baru sekarang boleh menjadi penguji pendadaran walaupun sebatas pembimbing II dan sekretaris pendadaran.
Mahasiswa bimbingan pertama saya adalah sdr. Yusuf Afandi dengan judul Manajemen Paket Linux dengan Repository di Ubuntu menggunakan Lighttpd. Alhamdulilah sdr. Yusuf lulus dengan memuaskan (grade A) dengan poin penilaian rata-rata 80,075. Selamat atas sdr. Yusuf. Untuk skripsi sdr. Yusuf dapat di-download di sini (belum tersedia, tunggu ya…).
Aura Tim Berkelas Internasional Sudah Terlihat

Heran ya biasanya saya kalo melihat Timnas Sepakbola Indonesia kalah pasti sudah menggerutu, tapi kali ini pasca kekalahan dengan Korea di babak penyisihan grup kemarin perasaan saya haru, sedih dan bangga, mengapa ? Jawabannya adalah karena sejak pertandingan pertama yang mampu mengalahkan Bahrain lalu kalah dari Arab Saudi dan Korea dengan skor yang sama-sama tipis telah “membukakan” mata dan hati saya bahwa tanda-tanda kebangkitan Timnas Sepakbola Indonesia untuk segera masuk di level internasional sudah terlihat. Ada beberapa parameter yang saya lihat dari hasil tiga pertandingan kemarin :
- Timnas mampu bermain cepat dan melakukan terobosan berani yang langsung menusuk jantung pertahanan lawan.
- Daya juang semangat yang luar biasa yang ditunjukkan oleh Timnas sungguh membuat kita bangga dan terharu, karena modal inilah yang penting dimiliki oleh Timnas kita yang biasanya terkesan “manja”. Apalagi sifat emosional di lapangan sudah mulai terkikis.
- Pelatih Ivan Kolev yang paham akan karakter dan kemampuan setiap pemain plus kefasihannya berbahasa Indonesia sehingga memudahkan berkomunikasi dengan baik dengan anak asuhya.
- Ketahanan fisik yang agak meningkat, walaupun memang masih kelihatan kedodoran.
- Teknik dan skill bermain yang semakin bagus.
- Penjaga gawang yang berani seperti Markus Horison membuat “rasa aman” di sektor belakang.
Tapi ada beberapa hal juga yang perlu ditingkatkan :
- Fisik pemain harus lebih digenjot.
- Koordinasi antarpemain harus lebih ditingkatkan.
- Jangan mudah terlepas bola ketika drible.
- Harus banyak belajar umpan bola-bola crossing terutama waktu corner kick.
- dsb.
Kami tunggu kiprah Timnas di laga Sea Games, Asian Games dan World Cup Mendatang. Bravo Timnas Indonesia…!
Topik Penelitian Tugas Akhir & Skripsi Teknik Informatika (2)
Topik Usulan Judul : Manajemen Driver Printer di Ubuntu
Latar Belakang
Kita tahu bahwa driver printer di Linux tercerai berai ke mana-mana, sehingga setiap pengguna ingin memakai printer harus mencari dulu di Internet, di-download lalu diinstall. Ini belum lagi kebanyakan dilakukan masih berbasis text mode, yang bagi end user sejati (non administrator) merupakan sebuah bencana yang biasanya di Windows cuma tinggal klik Yes > Yes > Install > Test Print . Bayangkan saja berapa vendor printer di dunia dan berapa jenis dan tipe printer yang telah diproduksi dan digunakan oleh para pengguna printer di seluruh dunia.
Gambaran Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah tool yang berfungsi untuk memudahkan end user dalam menginstalasi printer dan menggunakan printernya di Ubuntu. Tool tersebut dapat berupa interface yang bisa memilih jenis printer dan otomatis drivernya lalu diinstall di Ubuntu dan langsung bisa mencetak dokumen. Konsepnya hampir sama dengan interface printer HP yang secara default terinstall di Ubuntu 7.04 Feisty Fawn. Driver-driver terbaru harus segera terupdate dan masuk dalam database sistem tool yang dibuat ini. Tertarik…?
Peranan Media Dalam Menggairahkan Industri Software
Media massa sudah kita pahami bersama memiliki kekuatan yang signifikan dalam membangun sebuah opini dan pemahaman publik. Dengan media massa juga sebuah opini dan stereotip dapat dapat terbangun dengan cepat dan begitu meyakinkan.
Bila dikaitkan dengan industri Teknologi Informasi (TI), maka peranan media sebenarnya dapat membantu mempercepat pertumbuhan industri ini. Semisal contoh maraknya majalah-majalah TI yang khusus mengupas tentang produk-produk TI. Tidak ketinggalan pula surat kabar umum ikut juga membahas bahkan menyediakan rubrik khusus untuk masalah TI. Lihat saja Kompas dan Bisnis Indonesia yang dalam amatan saya secara rutin menurunkan ulasannya terhadap produk TI.
Tapi yang disayangkan selama ini produk-produk yang diangkat hampir seratus persen adalah produk-produk hardware mulai dari notebook, audio system, telecom, dsb dan sangat kontras sekali yaitu kurangnya ulasan-ulasan mengenai produk software. Ok lah mungkin sesekali saya perhatikan Kompas pernah mengupas tentang Windows XP, Vista, Linux, tetapi software-software lain nyaris belum saya lihat pernah diulas, padahal memiliki peranan penting dalam kehidupan berkomputasi masyarakat.
Terus terang saya tidak paham mengapa ini terjadi apakah karena para vendor software memang tidak/jarang mempromosikan dan mengenalkan produknya? Atau memang media yang kurang “bergirah” untuk mengejar berita tentang software. (lagi…)
