Logika Manusia vs Logika Robbaniyah

Hari minggu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang menyentuh berpa taujih tentang logika manusia dan logika robbaniyah (Tuhan).
Kita pasti ingat sejarah Nabi Musa A.S. dan pengikutnya ketika dikejar-kejar pasukan Fir’aun (laknatullah) hingga terdesak sampai di Laut Merah. Secara logika akal manusia sudah pasti situasi tersebut hampir mustahil mereka bisa lepas dari pasukan Fir’aun. Karena kondisi saat itu mereka hanya tinggal memiliki satu jalan, yaitu terjun ke laut! Yang tentu saja konsekuensinya adalah kematian. Logika kondisi dan tempat sudah sangat realistis mengatakan bahwa mereka pasti tertangkap. Begitu juga ketika Nabi Musa mendapat perintah untuk mengetukkan tongkatnya ke laut, hal itu masih dalam logika manusia. Tetapi ketika air laut terbelah dua, maka yang bermain di situ adalah logika robbaniyah. Ketika akal dan logika manusia sudah stuck, maka semuanya tinggal menunggu logika robbaniyah.
Jadi pesan hikmah yang dapat kita ambil adalah kita sebagai manusia hanya bisa melakukan semaksimal mungkin seluruh logika dan asbab manusia. Sebagai dosen misalnya, kita berusaha untuk menyajikan materi kuliah dengan sebaik mungkin, membimbing mahasiswa dengan baik dan selalu belajar untuk terus meng-update dan meng-upgrade ilmu yang kita miliki. Sebagai pebisnis kita berusaha sekuat mungkin untuk membesarkan bisnis kita, bekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik. Kita sebagai manusia hanyalah berusaha untuk menyiapkan agar sesuai dengan logika dan asbab manusia. Setelah kita sudah berbuat maksimal, tinggal logika robbaniyah yang akan menentukannya.
di/pada Desember 2, 2007 di/pada 2:38 am
Manusia punya rencana buat dirinya, tapi Alloh punya rencana ounya rencana buat orang itu. dan rencana Alloh itu lebih baik walaupun jarang difahami Manusia sebelumnya.
di/pada Desember 3, 2007 di/pada 5:49 pm
Ilmu allah melebihi semua ilmu di dunia ini…sbenarnya saya juga pernah berfiqir..kok banyak kisah2 dalam sejarah islam seperti dongeng saja..banyak gak bisa diterima dengan akal sehat….n saya pernah membaca artikel tentang penjelasan ayat2 mutasabihat n mutasabihat di sana ada pendapat dari berbagai orang…cerita nabi musa tesebut hanya sebuah gambaran bahwasanya tonkat melambangkan sebuah alat sebagai senjata/petunjuk yang benar dan lautan adalah kekuasaan firaun dan nabi musa menghancurkan kekuasaan firaun dengan sebuah petunjuk yang benar sehingga banyak dari pemuka2 firaun menentang rajanya sendiri…sehingga hancurlah kekuasan firaun,…wallohua’lam bi sawab
di/pada Mei 20, 2008 di/pada 9:06 pm
wah..sya jd tau..bahwa akal/Logika bukanlah segalanya…sgala keputusan tetap ditangannya.