Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?
Pernah nggak dalam keseharian kita melihat beberapa tipe orang yang begitu senang dan bersemangat menceritakan keberhasilan/kesuksesan orang lain? Misalnya hari ini ia dengan fasih bercerita tentang kesuksesan si A dari mulai nol hingga berhasil sekarang. Di lain waktu ia juga menceritakan tentang kehebatan si B karena sangat gigih dan ulet hingga bisa berhasil.
Terus terang kalau saya sudah sering melihat orang seperti ini. Di satu sisi ia sangat hafal dengan keberhasilan orang lain, sehingga seharusnya secara tidak langsung ia juga bisa paham dan tahu bagaimana mencapai keberhasilan/kesuksesan orang yang ia ceritakan tersebut. Namun ternyata cerita hanya tinggal cerita, orang tersebut hanya bisa sebagai “jubir” keberhasilan orang yang diceritakannya, karena dalam praktek kehidupannya sendiri, sangat jauh dari apa-apa yang ia ceritakan tersebut. Memang ya, sepertinya kalau sekedar memberi contoh sangat gampang dibanding menjadi contoh. Anda mau jadi yang mana?
di/pada Januari 26, 2008 di/pada 10:19 pm
hmmm, susah kalo mo jawabe pak. soale jalan sukses seseorang ntuh, pasti beda dengan orang laen. kalo bisa di contoh ya… alhamdulillah, tapi kalo mo nyontoh juga gpp, asal yang baek2 aja
di/pada Februari 7, 2008 di/pada 8:17 pm
Yang penting kita berkarya dulu pak sekuat tenaga…..g salah kok kalau kita mengidolakan seseorang….itu kali yang namanya uswah asal tujuannya baik….tapi jangan lupa juga kita juga harus beruswah pada nabi muhamamad saw terutama tentang akhlak.