Ardiansyah


Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?

Ditulis dalam Bisnis, Education, Entrepreneurship, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis, Sosial Politik oleh Ardiansyah pada Januari 22, 2008
Pernah nggak dalam keseharian kita melihat beberapa tipe orang yang begitu senang dan bersemangat menceritakan keberhasilan/kesuksesan orang lain? Misalnya hari ini ia dengan fasih bercerita tentang kesuksesan si A dari mulai nol hingga berhasil sekarang. Di lain waktu ia juga menceritakan tentang kehebatan si B karena sangat gigih dan ulet hingga bisa berhasil.
Terus terang kalau saya sudah sering melihat orang seperti ini. Di satu sisi ia sangat hafal dengan keberhasilan orang lain, sehingga seharusnya secara tidak langsung ia juga bisa paham dan tahu bagaimana mencapai keberhasilan/kesuksesan orang yang ia ceritakan tersebut. Namun ternyata cerita hanya tinggal cerita, orang tersebut hanya bisa sebagai “jubir” keberhasilan orang yang diceritakannya, karena dalam praktek kehidupannya sendiri, sangat jauh dari apa-apa yang ia ceritakan tersebut. Memang ya, sepertinya kalau sekedar memberi contoh sangat gampang dibanding menjadi contoh. Anda mau jadi yang mana?

2 Tanggapan ke 'Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?'

Berlangganan pada komentar RSS atau LacakBalik ke 'Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?'.

  1. ilhamsaibi berkata,

    hmmm, susah kalo mo jawabe pak. soale jalan sukses seseorang ntuh, pasti beda dengan orang laen. kalo bisa di contoh ya… alhamdulillah, tapi kalo mo nyontoh juga gpp, asal yang baek2 aja :D

  2. bramazz berkata,

    Yang penting kita berkarya dulu pak sekuat tenaga…..g salah kok kalau kita mengidolakan seseorang….itu kali yang namanya uswah asal tujuannya baik….tapi jangan lupa juga kita juga harus beruswah pada nabi muhamamad saw terutama tentang akhlak.


Tinggalkan Balasan