Ardiansyah


Akhirat di Hati Dunia di Tangan

Ditulis dalam Curhat, Fenomena, Gaya Hidup, Islam, Mutiara Hikmah, Opinion, Religion Activity, Sosial Politik oleh Ardiansyah pada Mei 22, 2008

Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)

Fadel Muhammad & Entrepreneurship Government

Ditulis dalam 1, Bisnis, Entrepreneurship, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis, Sosial Politik oleh Ardiansyah pada Mei 16, 2008

Sudah lama saya mengagumi kiprah dan sepak terjang Fadel Muhammad sejak menjadi gubernur Gorontalo. Fadel yang juga seorang pengusaha yang menjadi tokoh nasional ternyata mau terjun ke daerah untuk memimpin sebuah provinsi baru waktu itu yaitu Gorontalo.

Adapun yang menjadi kekaguman saya adalah kesuksesan Fadel yang memiliki jiwa wirausaha dalam mengembangkan Gorontalo. Dia faham bahwa untuk menjadi sebuah propinsi yang memiliki nilai jual tinggi maka harus ada pula komoditi yang menjadi andalan propinsi yang dipimpinnya tersebut berdasarkan kompetensi dan keunggulan lokal yang dimiliki. Coba ingat kembali beberapa tahun ke belakang, kita mungkin berkata “apa sih yang bisa diandalkan di Gorontalo”?. Dan pilihan Fadel tidak salah yaitu dengan memilih jagung sebagai komoditas utamanya. Dengan begitu dia langsung fokus dalam pengembangan agro industri jagung ini dari tahun ke tahun. Hasilnya komoditi jagung menjadi sumber penghasilan pendapatan daerah terbesar di propinsi tersebut yang malahan sudah diekspor ke Malaysia dan Philipina. Di sinilah letak entrepreneurship government yang diterapkan Fadel terbukti berhasil, yaitu dengan fokus “berbisnis jagung”, menyiapkan seluruh sarana, prasarana, infrastruktur, suprastruktur ditambah lagi pengalaman Fadel sebagai seorang pebisnis yang tentu saja sangat membantu ke arah keberhasilan “bisnis jagung” di Gorontalo tersebut.

Mental seperti inilah yang diharapkan bisa diterapkan oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia, yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi besar dari komoditi yang bisa dikembangkan di daerah masing-masing, sehingga dapat mengurangi ketergantungan yang besar pada pendapatan dari pajak. Dengan kejelian para pemimpin daerah dan fokus dalam membesarkan komoditi daerahnya bukan tidak mungkin daerah-daerah Indonesia akan menjadi makmur.