Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Launching for Marketer & Entrepreneur
Baru saja kemarin menyelesaikan satu buku lagi, yaitu tulisan Simon Jonatan berjudul Launching for Marketer and Entrepreneur. Buku ini termasuk buku pertama yang khusus mengulas tentang strategi launching tidak hanya sasarannya bagi para marketer tapi juga bari entrepreneur. Penulis buku ini juga seorang yang sudah kenyang pengalaman yang sukses dalam meluncurkan produk seperti Extra Joss. Secara keseluruhan ada satu pejalaran yang bisa saya ambil yaitu launching adalah akhir dari sebuah persiapan panjang dan awal dari sebuah perjalanan panjang sebuah produk. Karena banyak perusahaan yang sangat semangat di awal hingga hingar bingar peluncuran. Tetapi setelah itu mereka sudah kehabisan energi untuk mem-follow up pasca peluncuran, sehingga bukanlah kesuksesan produk yang diraih melainkan kegagalan.
Yang membuat buku ini sarat pelajaran berharga dikarenakan banyak sharing pengalaman dari para profesional dan entrepreneur tingkat nasional mulai dari Irwan Hidayat (Sidomuncul), dr. Boenjamin (Bintang Toedjo), Barry Lesmana (perbankan), Sudhamek AWS (Garudafood), Yoe Kok Lin (Merit), Angky Camaro (Sampoerna), Harry Sanusi (Kino), Hasnul Suhaimi (Excelmindo Pratama), Johnny Andrean (BreadTalk, J.CO), Johny Darmawan (Toyota), Muhammad Warsianto (Rokok), Pranoto Widjojo (Tje Fuk), Willy Sidharta (Aqua).
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dari India
Baru saja menyelesaikan membaca buku terbitan Himah berjudul Rahasia Bisnis Orang Asia Terkaya di Dunia. Siapakah dia? Dialah Lakshmi Nivas Mittal, “mantan” orang miskin dari daerah Churu, negara bagian Rajasthan, India kelahiran 15 Juni 1950. Mengapa saya tertarik membaca buku ini? Terus terang saya menilai si Mittal ini sungguh luar biasa! Karena di mampu membesarkan perusahaannya serta menjadi konglomerat terkaya nomor tiga di dunia versi majalah Forbes (2005) dengan total kekayaan sekitar US$ 32 miliar (Rp. 288 triliun!). Itu hanya dilakukannya dalam kurun waktu 30 tahun! Apanya yang unik? Coba kita lihat kebanyakan bahwa konglomerat yang merintis bisnisnya dari nol kebanyakan baru bisa dinikmati oleh anak/cucunya pada generasi kedua, ketiga dan keempat. Sangat jarang konglomerat yang muncul sebagai penguasa di bisnisnya di tingkat dunia yang dilakukan dalam satu generasi yaitu oleh pendirinya sendiri. (lagi…)
Membeli eBook & Langganan Jurnal Internasional
Waspadai Talbis Iblis

Waktu liburan lebaran kemarin di Temangguna mendapatkan beberapa ilmu tambahan tentang bagaimana setan melakukan godaa kepada manusia. Dari buku Talbis Iblis karangan Syekh Ibnul Qayim Al Jauziyah sungguh menambah pengetahuan kita sebagai muslim.
Dikatakan bahwa setan dan iblis selalu akan melakukan penyerangan kepada hamba Allah SWT sesuai dengan kapasitas dan aktivitas yang dimiliki/dilakukannya.
Misalnya ketika kita ber-wudhu maka setan akan selalu membuat kita akan merasa was-was apakah tadi kita sudah membasuh anggota badan seperti tangan/kaki, dll. Sehingga membuat kita akan mengulangi lagi, lagi dan lagi dan akibatnya pemborosan air yang kita lakukan dan juga terlambat untuk sholat berjamaah.
Ada lagi misalnya dalam hal bersuci terutama ketika membersihkan faraj (kemaluan). Setan akan membuat kita merasa bahwa setelah dibersihkan selalu ada tetesan air seni sisa kita buang air kecil tadi, sehingga kita akan berulang-ulang membasuhnya. Padahal kata beliau cukuplah disiram dengan menjepitkan dua jari ke faraj tersebut.
Lihat lah juga ada beberapa orang yang selalu mengulang takbir ketika sholat, seolah-olah dia tidak yakin akan takbir dan niat yang diazamkan dalam hati. Sesungguh itu juga bagian dari talbis iblis.
Mungkin ada sebagian besar kita yang mengalami seperti itu. Jadi hati-hati lah…
Foto: http://suakahati.files.wordpress.com/2007/07/setan1.jpg
Dahsyatnya Sebuah Visi dan Mimpi (Catatan Buku : Bill Gates Berbicara)
“Suatu saat nanti seluruh rumah di dunia ini akan menggunakan komputer dan Windows menjadi sistem operasinya“–Bill Gates
Itulah mimpi seorang anak muda waktu itu yang bernama Bill Gates. Ternyata sekarang mimpi itu telah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Dulu mungkin banyak yang meremehkan mimpi Mr. Gates tersebut, tapi sekarang semua orang berlomba-lomba untuk menginstall komputer/laptop mereka dengan Windows dan telah menjadikan Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia bertahun-tahun dan menjadi penguasa tunggal industri software terutama di bidang sistem operasi.
Di sinilah kekuatan sebuah visi dan mimpi Bill Gates yang dibayar dengan kerja keras tanpa henti dan bahkan hampir “menghalalkan” segala cara untuk meraih impiannya tersebut. Selain workaholic, pintar, egois, rakus, sifat baik-jahat, lembut-kasar, dan berbagai sifat berlawanan lainnya hampir di miliki pria yang berpenampilan sederhana ini, Bill Gates sangat pintar bagaimana melumpuhkan saingan beratnya, dan bagaimana mengejar ketertinggalan perusahaannya. Lihat saja Novell dan Netscape menjadi contoh nyata korban keganasan Microsoft di bidang networking dan Internet. Banyak lagi korban lain seperti Lotus, IBM, dll.
“Anda boleh mencintainya (Bill Gates), atau membencinya. Tapi Anda tidak mungkin mengabaikannya”
Bill Gates mampu menjadi seorang ilmuwan komputer, entrepreneur, pemasar ulung, negosiator handal, dan panglima nan gagah di medan perang IT. Nah, di sinilah saya melihat kekurangan kita dalam hal industri software. Kita baru sebatas mampu membuat sebuah produk software tetapi belum mampu memasarkannya menjadi sebuah produk global. Kita belum memiliki seseorang atau perusahaan yang menjadi ikon dalam industri software, dan ini terus menjadi pekerjaan rumah kita untuk mewujudkannya. Karena kita ketahui bersama bahwa tumbuhnya industri IT/software di Amerika, India yang menjelma menjadi menjadi raksasa karena sebelumnya mereka telah memiliki ikon-ikon sukses yang menginspirasi para anak muda di sana untuk mengikuti jejak para ikon tersebut.
Satu lagi yang saya ambil dari buku tersebut adalah Microsoft memang sangat fokus bagaimana membuat software yang benar-benar mengerti keinginan konsumen akan kemudahan. Walaupun banyak orang mungkin merasa produk Microsoft tidak terlalu canggih dan kita bisa juga membuat produk seperti ini, tetapi tetap saja harus kita mengakui Bill Gates mampu mengemas produknya sedemikian rupa sehingga menjadi komoditi global yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Kehadiran open source software dengan GNU/Linux sebagai gerbong utamanya, memang sedikit banyak telah mengganggu bisnis Microsoft. Saya yakin Bill Gates dan Microsoft pasti telah menyiapkan strategi khusus untuk mengenyahkan GNU/Linux dari kancah industri software. Bila selama ini Microsoft bertarung pada arena pertempuran yang sama yaitu area bisnis software yang lawan-lawannya adalah para perusahaan juga. Maka dengan adanya open source dan GNU/Linux, maka Microsoft memasuki arena pertempuran baru yaitu melawan yang namanya komunitas yang tidak memiliki CEO dan manajemen perusahaan profesional, sehingga kelihatan absurd. Di sinilah kita bisa melihat pertempuran sengit bagaimana Bill Gates vs Komunitas (yang disokong beberapa vendor) yang akan berlangsung lama dan belum tahu siapa pemenangnya.
Note :
- Foto : http://www.graveline.com/remotes/ces2000/bill-gates.jpg
- Beberapa tema tulisan yang sedang saya siapkan di blog ini yang berkaitan dengan judul di atas :
-
- Mencari Model dan Format Bisnis Open Source yang Ideal
- Arif Dalam Menyikapi dan Memanfaatkan Teknologi Informasi
- Menggagas Model dan Format Manajemen Organisasi Kelompok Studi Linux, Pusat Riset/Linux di Perguruan Tinggi (Studi Kasus Universitas Ahmad Dahlan).
- Mencari Model dan Format Bisnis Open Source yang Ideal



