Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Untungnya Saya Mencatat Keuangan Keluarga
Ceritanya saya merasa aneh, kenapa tagihan langganan kompas datang lagi bulan Agustus ini. Padahal saya rasanya sudah bayar. Akhirnya saya bukan software MyFamily Accounting dan membuka record transaksi pembayaran koran, dan gotcha..! ternyata memang saya udah bayar kok…! Langsung saya telepon agennya, dan saya ceritakan historis pembayaran yang telah saya lakukan. Akhirnya si agen mengakui kesalahan mereka, dan uang saya akan direfund.
Satu lagi terbukti, betapa besarnya manfaat melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan keluarga secara baik dan profesional, apalagi dibantu dengan piranti lunak MyFamily Accounting. Mau ikutan…
Ahlan Wasahlan
Semalam untuk pertama kalinya saya mulai kursus privat bahasa Arab bersama teman-teman. Kami memilih khsusus metode kursus yang didesain untuk percakapan. Kesan pertama belajar terus terang saya seperti anak kecil yang harus belajar ngomong, sulit sekali. Apalagi kita harus memaksa diri untuk lancar dan cepat membaca tulisan Arab gundul. Tapi secara keseluruhan, alhamdulilah semakin membuat saya cinta dengan bahasa Arab, karena susunan kata-katanya itu begitu menakjubkan dan indah, misal untuk kata ganti orang/benda dalam bahasa Arab bisa mencapai 15 lebih kata ganti! Belum lagi nanti urusan nahwu sharaf nya yang harus saya pelajari dengan serius. Wah asyik nih kayaknya.
Ada beberapa motivasi mengapa saya memutuskan mengambil kursus bahasa Arab, mulai dari agar mudah dalam mengartikan dan men-tadabburi makna yang terkandung di dalam Al Qur’an, memudahkan percakapan bila bertemu orang Arab dan terakhir persiapan nantinya bila mulai mengepakkan sayap bisnis di wilayah Timur Tengah tersebut.
Topik Penelitian Tugas Akhir & Skripsi Teknik Informatika (3)
Judul Topik: Plug In Kamus di Mozilla FireFox
Sebagai orang yang sering browsing di Web tentu kita banyak dihadapkan dengan bahan bacaan yang berbahasa Inggris. Tentu saja bila kosakata kita sedikit akan sangat mengalami kesulitan untuk bisa memahami isi bacaan di website tersebut.
Memang sudah banyak software yang memudahkan kita dalam menterjemahkan kata/kalimat bahasa Inggris. Tetapi ketika saya sedang asyik membaca dan gak tahu denga arti sebuah kalimat buru-buru harus membuka software kamus sehingga kesannya kurang comfort. Tiba-tiba saja saya jadi teringat fungsi FIND di FireFork yang dengan mudah men-trace kata-kata yang kita ketikkan di browser itu. Seketika itu juga saya langsung terbetik keinginan/ide alangkah mudahnya bila ada fungsi FIND serupa yang bisa digunakan fungsinya untuk langsung menterjemahkan kata yang ingin kita tahu terjemahannya.
Bagaimana, tertarik dengan tema kali ini?
Pengembangan Official Website UAD

Kemarin siang merupakan meeting pertama kami sebagai tim yang diberikan amanah untuk mengembangan official website UAD. Tugas kami terhitung lumayan berat, karena web UAD ini menjadi web pusat yang akan mengakomodasi seluruh sub-web yang bernaung di UAD. Mulai dari tingkat universitas, biro, pusat studi, UPT, fakultas, program studi, kemahasiswaan. Selain itu kami diberi kewenangan menentukan standar manajemen berita dan konten website tersebut yang mana suplai beritanya berasal dari seluruh civitas akademika UAD.
Tim kami terdiri dari tiga orang saya sendiri, pak Hasanuddin, pak Ali Tarmuji dan pak Mushlihuddin. Oh ya, nantinya untuk pembuatan web UAD kami buka dengan cara semi-tender/kompetisi atau semacam lomba gitu yang pesertanya terbuka untuk seluruh mahasiswa UAD. Oleh karena itu, bagi para mahasiswa UAD silahkan berlomba untuk menjadi pemenang proyek pengerjaan website UAD. Ini proyek bergengsi lho bagi kalian? Karena kalian akan membuat sejarah dalam mengembangkan web UAD secara profesional.
The Power of Monday Spirit
Mungkin kita bersama sering merasakan sensasi hari Senin. Lihatlah bagaimana ketika waktu sudah menggiring masuk ke hari Senin setiap minggu, di mana, setiap orang akan (di luar anggapan yang mengatakan I hate monday) :
merasa memiliki semangat baru untuk memulai aktivitas
seluruh ruas jalan mulai ramai dijejali kendaraan bermotor
seluruh jantung-jantung perekonomian berdetak kencang di seluruh sektor
uang yang mengalir deras dari satu rekening ke rekening yang lain
statistik blog yang meningkat tajam
ada yang mau menambahkan …?
Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?
From Labs to Market
Judul di atas terinspirasi dari situs www.sciencebusiness.com yang menjadi tantangan terhadap kita semua yang sehari-hari berkutat di ruang pusat pencerahan iptek atau sering disebut laboratorium. Kita pasti setuju bahwa melalui laboratorium lah hampir seluruh produk rekayasa di dunia ini muncul. Siapa yang tidak kenal Palo Alto Research Center, Bell Labs, dsb.
Khususnya saya ingin menyinggung sedikit penelitian-penelitian di perguruan tinggi di Indonesia yang notabena merupakan pusat perputaran dan pencerahan ilmu berada. Apakah “armada” ilmuwan sekaliber profesor dan doktor yang kita miliki sudah dapat melakukan perubahan besar dalam menciptakan pasar (baca: market driven) ? Atau kah hanya sebatas laporan penelitian yang berujung di perpustakaan-perpustakaan yang jarang “jarang terjamah” ataukah yang lebih ironisnya lagi, kita hanya memproduksi ilmuwan yang cuma “jago” membuat proposal tanpa ada dampak ke masyarakat secara umum dan berdampak ekonomis yang besar secara khusus? Kapankah perguruan tinggi kita tidak lagi menggantungkan pendapatannya dari iuran mahasiswa dan sepenuhnya beralih terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh penelitian-penelitian yang berasal dari kampus? Sehingga mimpi besar para perguruan tinggi untuk menjadi research university benar-benar tercapai. Kapan ya ? Mari kita tunggu tanggal mainnya…
Krisis Lagu Anak-Anak?
Tiba-tiba saya mendengar anak-anak kecil menyanyikan lagu-lagu populer orang dewasa, semacam Peterpan, Nidji, Ungu, dll. Seketika itu juga saya merasa ada yang janggal dan aneh, apa ya….? Lama saya membatin bertanya pada diri sendiri, apa yang aneh ya…?
Langsung saya menerawang jauh ke belakang di masa kecil dulu, perasaan saya dulu seneng deh menyanyikan lagu-lagu Ezza Yayang, Bondan Prakoso “si lumba-lumba”, Roti Sumbu, Melisa “Abang Tukang Bakso”, Eno Lerian, Si Komo, dll. Hmmm…… berarti dapat deh jawabannya, yaitu kita sekarang sudah kehilangan atau krisis lagu anak-anak! Di tambah itu pula, siaran televisi sepertinya tidak ada yang memberikan slot waktu untuk acara-acara lagu anak-anak. Waduh, ternyata zaman sekarang sudah sangat berubah ya…? Sekarang mereka “dipaksa” lingkungan untuk menerima mentah-mentah lagu, kebiasaan orang dewasa.
Wah, bagaimana nih mengatasi masalah ini….? Ada solusi ..?



