Ardiansyah


Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi

Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.

Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Untungnya Saya Mencatat Keuangan Keluarga

Ditulis dalam Bisnis, Curhat, Education, Entrepreneurship, Fenomena, Finance, Gaya Hidup, Software, Teknologi Informasi oleh Ardiansyah pada September 10, 2008

Ceritanya saya merasa aneh, kenapa tagihan langganan kompas datang lagi bulan Agustus ini. Padahal saya rasanya sudah bayar. Akhirnya saya bukan software MyFamily Accounting dan membuka record transaksi pembayaran koran, dan gotcha..! ternyata memang saya udah bayar kok…! Langsung saya telepon agennya, dan saya ceritakan historis pembayaran yang telah saya lakukan. Akhirnya si agen mengakui kesalahan mereka, dan uang saya akan direfund.

Satu lagi terbukti, betapa besarnya manfaat melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan keluarga secara baik dan profesional, apalagi dibantu dengan piranti lunak MyFamily Accounting. Mau ikutan… :)

Tenang Saja, Konsumen Akhirnya Beli Juga Kok…

Ditulis dalam 1, Bisnis, Curhat, Entrepreneurship, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis oleh Ardiansyah pada Juli 16, 2008

Saya dan Anda pasti sering melihat secara sengaja atau tidak produk-produk yang diiklankan dan terpampang mulai dari bentuk spanduk, surat kabar, iklan baris, kolom, baliho, reklame, televisi, radio, dll. Pada awalnya kita mungkin cukup tertarik ketika melihat sebuah produk dengan berkata dalam hati, “…hmmm, bagus juga tuh produk, suatu saat beli ah….“.

Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, mungkin kita telah lupa dengan niat tersebut. Nah, suatu hari kita melihat kembali iklan produk tersebut dan lantas teringat kembali dengan niat kita untuk membeli produk tersebut, tapi karena hari itu kita sangat sibuk dengan kerjaan rutin, akhirnya niat tersebut tertunda kembali. (lagi…)

Akhirat di Hati Dunia di Tangan

Ditulis dalam Curhat, Fenomena, Gaya Hidup, Islam, Mutiara Hikmah, Opinion, Religion Activity, Sosial Politik oleh Ardiansyah pada Mei 22, 2008

Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)

Fadel Muhammad & Entrepreneurship Government

Ditulis dalam 1, Bisnis, Entrepreneurship, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis, Sosial Politik oleh Ardiansyah pada Mei 16, 2008

Sudah lama saya mengagumi kiprah dan sepak terjang Fadel Muhammad sejak menjadi gubernur Gorontalo. Fadel yang juga seorang pengusaha yang menjadi tokoh nasional ternyata mau terjun ke daerah untuk memimpin sebuah provinsi baru waktu itu yaitu Gorontalo.

Adapun yang menjadi kekaguman saya adalah kesuksesan Fadel yang memiliki jiwa wirausaha dalam mengembangkan Gorontalo. Dia faham bahwa untuk menjadi sebuah propinsi yang memiliki nilai jual tinggi maka harus ada pula komoditi yang menjadi andalan propinsi yang dipimpinnya tersebut berdasarkan kompetensi dan keunggulan lokal yang dimiliki. Coba ingat kembali beberapa tahun ke belakang, kita mungkin berkata “apa sih yang bisa diandalkan di Gorontalo”?. Dan pilihan Fadel tidak salah yaitu dengan memilih jagung sebagai komoditas utamanya. Dengan begitu dia langsung fokus dalam pengembangan agro industri jagung ini dari tahun ke tahun. Hasilnya komoditi jagung menjadi sumber penghasilan pendapatan daerah terbesar di propinsi tersebut yang malahan sudah diekspor ke Malaysia dan Philipina. Di sinilah letak entrepreneurship government yang diterapkan Fadel terbukti berhasil, yaitu dengan fokus “berbisnis jagung”, menyiapkan seluruh sarana, prasarana, infrastruktur, suprastruktur ditambah lagi pengalaman Fadel sebagai seorang pebisnis yang tentu saja sangat membantu ke arah keberhasilan “bisnis jagung” di Gorontalo tersebut.

Mental seperti inilah yang diharapkan bisa diterapkan oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia, yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi besar dari komoditi yang bisa dikembangkan di daerah masing-masing, sehingga dapat mengurangi ketergantungan yang besar pada pendapatan dari pajak. Dengan kejelian para pemimpin daerah dan fokus dalam membesarkan komoditi daerahnya bukan tidak mungkin daerah-daerah Indonesia akan menjadi makmur.

Dikepung Kartu Kredit

Ditulis dalam Bisnis, Curhat, Fenomena, Finance, Gaya Hidup, Survey & Data oleh Ardiansyah pada April 24, 2008
Tags: ,

Memang dulu sih saya pernah memborbardir aplikasi pengajuan kartu kredit ke berbagai bank. Alhasil dari hampir sepuluh card issuer yang saya tuju, sekitar 40% nya menerima aplikasi saya tersebut. Tapi itu sudah lama sekali berlalu. Malahan saya sekarang cuma tinggal pakai 2-3 kartu, karena sudah “insyaf” he..he…

Namun, dalam sebulan terakhir ini ternyata kondisinya terbalik. Saya merasa menjadi sasaran para card issuer yang menawarkan berbagai macam kartu kredit. Terus terang cukup membuat “risih” sedikit, mulai di telpon langsung hingga teman sejawat yang mempromosikan ke saya, hingga kadang gak enak hati menolaknya. Terpaksa deh, sambil cari mengulur2 waktu dulu, sambil mencari alasan dan mempelajari dulu lebih dalam. Siapa tahu ada yang cocok :)

Kemana Saja Saya?

Ditulis dalam Curhat, Events, Fenomena, Gaya Hidup, Health, Kuliah, Traveling oleh Ardiansyah pada Februari 23, 2008
Tidak terasa, saya absen lamaa… sekali untuk mengisi blog tercinta ini. Mengapa begitu lama? Padahal perasaan sudah berkomitmen untuk rutin menulis blog. Baiklah saya ceritakan, bahwa hampir satu minggu lebih saya sakit flu berat, terus ditambah badan lemas dan kurang bergairah, jadinya “nafsu” untuk menulis blog jadi hampir hilang total. Belum lagi, produksi MyFamily Accounting yang lumayan banyak di tengah kondisi badan yang kurang fit menjadi semakin menjauhkan dari blog :) Terus empat hari terakhir saya ambil “liburan” ke Temanggung saja, sebelum perkuliahan dimulai bulan depan. Hasilnya, he..he.. saya bisa nulis blog lagi hari ini….

The Power of Monday Spirit

Mungkin kita bersama sering merasakan sensasi hari Senin. Lihatlah bagaimana ketika waktu sudah menggiring masuk ke hari Senin setiap minggu, di mana, setiap orang akan (di luar anggapan yang mengatakan I hate monday) :

merasa memiliki semangat baru untuk memulai aktivitas

seluruh ruas jalan mulai ramai dijejali kendaraan bermotor

seluruh jantung-jantung perekonomian berdetak kencang di seluruh sektor

uang yang mengalir deras dari satu rekening ke rekening yang lain

statistik blog yang meningkat tajam :)

ada yang mau menambahkan …?

Quick Response dan Komunikatif, Kunci Memuaskan Pelanggan

Ditulis dalam Bisnis, Entrepreneurship, Events, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis oleh Ardiansyah pada Februari 3, 2008
Dari pengalaman yang saya rasakan telah membuktikan bahwa salah satu kunci sukses dalam memuaskan pelanggan adalah respon yang cepat serta komunikatif. Ambil contoh misalnya, pelanggan telah melakukan pembayaran maka seharusnya dengan cepat kita langsung memberikan konfirmasi bahwa pembayaran mereka telah kita terima. Ternyata walau terlihat remeh, hal ini dapat membuat pelanggan merasa aman dan nyaman.
Berikutnya adalah komunikatif, dalam hal ini yang saya rasakan adalah sekecil apa pun masalah yang sedang kita alami, apabila ada layanan yang bakal mengganggu kenyamanan konsumen/pelanggan selayaknya kita beritahu, agar mereka memaklumi dan juga yang paling penting bagi kita adalah menghindari “sumpah serapah” atau komplain dari konsumen.
Ingat, lebih banyak konsumen yang menceritakan kejelekan suatu produk kepada orang lain, dibanding menceritakan kelebihan suatu produk kepada orang lain.

Kemunduran Kualitas Shalat Jum’at ?

Ditulis dalam Fenomena, Islam, Mutiara Hikmah, Opinion, Religion Activity oleh Ardiansyah pada Februari 2, 2008
Sudah beberapa tahun belakangan saya sering mengamati baik shalat Jum’at di masjid lingkungan rumah maupun di masjid kampus, bahwa semakin-hari semakin banyak saja jamaah shalat jum’at yang datang ke masjid sesuah khutbah pertama selesai! Bahkan kalau saya perhatikan dari langkah kaki mereka kayaknya tidak ada kesan tergopoh-gopoh karena telat atau merasa tertinggal shalat! Melainkan langkah kaki yang santai dan biasa saja!
Waduh, miris sekali melihatnya. Ada apa ini? Apakah di sekolah dan keluarga sudah tidak diajari lagi bahwa mengikuti dua khutbah adalah WAJIB. Hal ini juga yang kerap disampaikan oleh bapak Kurdi, seorang dosen senior di UAD. Beliau bahkan dengan keras memperingatkan jamaah yang terlambat datang tersebut ketika sedang berada di atas mimbar Jum’at.
Kira-kira apa ya masalahnya? Kalau saya melongok kembali di masa kecil dulu, kuatnya doktrin dan ajaran ketika mengaji di kampung dan ketika belajar agama di sekolah telah membentuk kuat dan terpatri di ingatan bahwa mengikuti dua khutbah Jum’at tersebut adalah wajib,  karena merupakan rukun wajib sholat Jum’at. Jadi bila tidak dipenuhi salah satunya berarti bisa dikatakan tidak sah dong sholatnya. Nah, apakah generasi sekarang ini sudah kendur ajaran seperti itu sejak kecil? Berarti pendidikan agama kita sudah mundur jauh nih…. astaghfirullah.
Halaman Berikutnya »