Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Untungnya Saya Mencatat Keuangan Keluarga
Ceritanya saya merasa aneh, kenapa tagihan langganan kompas datang lagi bulan Agustus ini. Padahal saya rasanya sudah bayar. Akhirnya saya bukan software MyFamily Accounting dan membuka record transaksi pembayaran koran, dan gotcha..! ternyata memang saya udah bayar kok…! Langsung saya telepon agennya, dan saya ceritakan historis pembayaran yang telah saya lakukan. Akhirnya si agen mengakui kesalahan mereka, dan uang saya akan direfund.
Satu lagi terbukti, betapa besarnya manfaat melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan keluarga secara baik dan profesional, apalagi dibantu dengan piranti lunak MyFamily Accounting. Mau ikutan…
Ternyata Langsing Itu Mudah
Saya memang memiliki kelebihan berat badan dan saya sudah deklarasikan untuk perang melawan obesitas. Beberapa minggu sebelum bulan puasa saya mencoba untuk menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan. Coba searching di Internet siapa tahu ada yang sharing pengalaman dan saya dapatkan cara yang sangat mudah dan saya yakin bisa diterapkan oleh siapa saja.
Kita mulai saja, kunci utama dalam proses diet adalah MENGATUR POLA MAKAN, camkan itu. Bila gak mau diatur pola makannya, jangan harap perut buncit Anda akan susut. Berikut pola makan yang saya terapkan:
PAGI : Minum air putih 2-3 gelas. Makan kentang/jagung rebus atau untuk variasi bisa juga roti gandum.
SIANG : Nasi (max 10 sendok) plus lauknya ikan bakar dan yang paling penting sayurnya (ingat! Jangan makan sayur yg bersantan) lebih banyak dari nasi.
Malam : Makan buah.
Pantangan: hentikan makan gorengan ataupun makanan yg digoreng dengan minyak, coklat, manis-manis gula.
Perhatian: Bila masih lapar perbanyak minum air putih atau banyak-banyak makan buah.
Hasilnya alhamdulilah subhanallah, dalam 2-3 hari berat badan saya sudah bisa susut 1-3 Kg! Coba bayangkan bila Anda bisa konsisten dalam 1-3 bulan. Tubuh ideal yang Anda impikan, bisa segera terwujud!
Selamat mencoba…
Kandas di Babak Kedua
Menyakitkan! Itu kata yang tepat buat kekalahan tim asuhan saya ketika kalah dalam pertandingan babak kedua Papua Cup melawan PS Manokwari dengan skor 1-2.
Jalannya Pertandingan
Memang saya akui tim kami kalah di semua lini. Memulai pertandingan dengan gugup dan kelihatan “kaget” karena harus bertanding pukul 14.30 siang membuat barisan pemain kocar-kacir. Bayangkan saja, lepas kick off beberapa menit langsung gawang kami nyaris bobol kalau tidak karena bola hasil tendangan keras pemain lawan membentur mistar bagian bawan lalu memantul ke bawah. Dari situ lah sport jantung kami para ofisial di mulai. Kekalahan kami sudah kelihatan dari bagian bek kanan yang kerap kehilangan bola karena gagal mem-pressure lawan. Alhasil sering sekali tusukan dan serangan berbahaya lawan berawal dari sana. Oleh karena itu segera saya ganti dengan pemain sesungguhnya karena datangnya telat. Alhasil barisan belakang sudah beres dan kuat.
Tetapi petaka pertama datang ketika tidak berapa lama kemudian, berawal dari serangan lawan yang sudah dekat area penalti akibat bebas marking pemain kami tendangan bebasnya yang keras sukses menjebol gawang kami, 0-1 buat PS Manokwari. Adapun gol balasan kami bermula dari free kick di bagian kanan lapangan yang dieksekusi oleh Okta, bek kiri kami. Tendangannya yang sangt akurat sempat membentur mistar gawang dan tepat jatuh di kaki Zainal pemain tengah dan tanpa ampun melesakkan tendangannya hingga tidak bisa ditahan kiper lawan, 1-1 skor berubah.
Menjelang pluit akhir pertandingan sebenarnya kami sudah optimis bakal terjadi penalti yang membuat kami sangat PD, karena kami unggul di sisi kiper. Tetapi bencana yang kami takutkan terjadi, akibat konsentrasi yang kurang di akhir pertandingan, bermula dari Pinandi, bek kanan kami yang membuang bola ke tengah dan berhasil diambil lawan yang langsung umpan crossing dan gagal di heading oleh Ratno hingga dengan manis bola berhasil di heading oleh pemaing lawan, akibatnya pada injury time kami harus mengalami kekalahan yang saya rasa sangat menyakitkan dengan skor 1-2.
Dari kekalahan ini saya sangat paham bagaimana tidak enaknya kalau kalah di saat injury time. Tapi memang tim lawan pantas menang, karena mereka unggul dari permainan. Kami akan bertekad untuk tampil lebih baik lagi pada kompetisi-kompetisi yang akan datang. Bagi saya pribadi menjadi manajer pertama kali ini membuat semakin ketagihan, wah bagaimana nih…?
Lolos Ke Babak Kedua
Tim sepakbola PS Palembang-Yogyakarta yang saya manajeri berhasil lolos ke babak kedua setelah pada tanggal 7 Juni 2008 kemarin berhasil mengalahkan tim PS Timika dalam lanjutan kompetisi Papua Cup. Kompetisi ini mempertemukan berbagai klub sepakbola amatir di wilayah Yogyakarta yang mayoritas biasanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang kuliah di Yogyakarta. Sebetulnya saya sendiri biasa menjadi pemain, terutama posisi bek kiri, namun karena faktor “umur” saya didaulat oleh rekan-rekan untuk menjadi manajernya saja.
Ternyata asyik juga ya jadi manajer, karena sport jantung, teriakan dari pinggir lapangan dalam memberikan instruksi menjadi rutinitas wajib di lapangan ketika sedang bertanding. Oh ya babak berikutnya kami akan berhadapan dengan PS Manokwari, doakan kami menang ya…
Susunan Pemain (dari kiri ke kanan foto): Mincen (gelandang), Okta (bek kanan), Ratno (gelandang), Thomas (kiper), Udin (gelandang), Daril (winger), Viktor (bek kanan), Andik (bek kiri), Franky (winger), Rino (bek kanan), Bayu (gelandang), Upik (bek tengah), Joni (striker), Andi (ofisial), Zainal (gelandang), Saya (manajer), Yuadi (gelandang), Febri (bek tengah).
Akhirat di Hati Dunia di Tangan
Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)
Dikepung Kartu Kredit
Memang dulu sih saya pernah memborbardir aplikasi pengajuan kartu kredit ke berbagai bank. Alhasil dari hampir sepuluh card issuer yang saya tuju, sekitar 40% nya menerima aplikasi saya tersebut. Tapi itu sudah lama sekali berlalu. Malahan saya sekarang cuma tinggal pakai 2-3 kartu, karena sudah “insyaf” he..he…
Namun, dalam sebulan terakhir ini ternyata kondisinya terbalik. Saya merasa menjadi sasaran para card issuer yang menawarkan berbagai macam kartu kredit. Terus terang cukup membuat “risih” sedikit, mulai di telpon langsung hingga teman sejawat yang mempromosikan ke saya, hingga kadang gak enak hati menolaknya. Terpaksa deh, sambil cari mengulur2 waktu dulu, sambil mencari alasan dan mempelajari dulu lebih dalam. Siapa tahu ada yang cocok
Akhirnya Nonton AAC Juga
Sudah sekitar 2 minggu merencanakan nonton AAC sama istri, akhirnya baru kesampaian kemarin kami merealisasikannya di Ambarukmo Plaza. Biasanya hari Senin, harinya orang pada sibuk kerja dengan setumpuk agenda yang harus diselesaikan. Beda dengan kami yang tidak tanggung-tanggung langsung memilih jam tayang yang paling pagi yaitu sekitar pukul 11.15 WIB. Sambil menunggu mulai filmnya mulai, istriku minta makan akhirnya makan dulu deh di food court dekat studio.
Saya tidak akan membahas mengenai film ini, karena saya sudah yakin ratusan tulisan pasti sudah menulis review film ini. Saya hanya ingin memberikan kesan bahwa overall film ini bagus sama kayak film Nagabonar 2 dulu, karena menghadirkan tontonan inovatif di tengah film-film “amburadul” lainnya. Salah satu hikmah yang bisa saya ambil dari film ini adalah mengenai ajaran untuk sabar dan ikhlas. Karena banyak dialog dalam bahasa Arab semakin membuat saya semangat untuk segera juga bahasa Arab. Sukses ya film AAC…
Lakshmi Mittal, Raja Baja Dari India
Baru saja menyelesaikan membaca buku terbitan Himah berjudul Rahasia Bisnis Orang Asia Terkaya di Dunia. Siapakah dia? Dialah Lakshmi Nivas Mittal, “mantan” orang miskin dari daerah Churu, negara bagian Rajasthan, India kelahiran 15 Juni 1950. Mengapa saya tertarik membaca buku ini? Terus terang saya menilai si Mittal ini sungguh luar biasa! Karena di mampu membesarkan perusahaannya serta menjadi konglomerat terkaya nomor tiga di dunia versi majalah Forbes (2005) dengan total kekayaan sekitar US$ 32 miliar (Rp. 288 triliun!). Itu hanya dilakukannya dalam kurun waktu 30 tahun! Apanya yang unik? Coba kita lihat kebanyakan bahwa konglomerat yang merintis bisnisnya dari nol kebanyakan baru bisa dinikmati oleh anak/cucunya pada generasi kedua, ketiga dan keempat. Sangat jarang konglomerat yang muncul sebagai penguasa di bisnisnya di tingkat dunia yang dilakukan dalam satu generasi yaitu oleh pendirinya sendiri. (lagi…)





