Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Ternyata Langsing Itu Mudah
Saya memang memiliki kelebihan berat badan dan saya sudah deklarasikan untuk perang melawan obesitas. Beberapa minggu sebelum bulan puasa saya mencoba untuk menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan. Coba searching di Internet siapa tahu ada yang sharing pengalaman dan saya dapatkan cara yang sangat mudah dan saya yakin bisa diterapkan oleh siapa saja.
Kita mulai saja, kunci utama dalam proses diet adalah MENGATUR POLA MAKAN, camkan itu. Bila gak mau diatur pola makannya, jangan harap perut buncit Anda akan susut. Berikut pola makan yang saya terapkan:
PAGI : Minum air putih 2-3 gelas. Makan kentang/jagung rebus atau untuk variasi bisa juga roti gandum.
SIANG : Nasi (max 10 sendok) plus lauknya ikan bakar dan yang paling penting sayurnya (ingat! Jangan makan sayur yg bersantan) lebih banyak dari nasi.
Malam : Makan buah.
Pantangan: hentikan makan gorengan ataupun makanan yg digoreng dengan minyak, coklat, manis-manis gula.
Perhatian: Bila masih lapar perbanyak minum air putih atau banyak-banyak makan buah.
Hasilnya alhamdulilah subhanallah, dalam 2-3 hari berat badan saya sudah bisa susut 1-3 Kg! Coba bayangkan bila Anda bisa konsisten dalam 1-3 bulan. Tubuh ideal yang Anda impikan, bisa segera terwujud!
Selamat mencoba…
Kandas di Babak Kedua
Menyakitkan! Itu kata yang tepat buat kekalahan tim asuhan saya ketika kalah dalam pertandingan babak kedua Papua Cup melawan PS Manokwari dengan skor 1-2.
Jalannya Pertandingan
Memang saya akui tim kami kalah di semua lini. Memulai pertandingan dengan gugup dan kelihatan “kaget” karena harus bertanding pukul 14.30 siang membuat barisan pemain kocar-kacir. Bayangkan saja, lepas kick off beberapa menit langsung gawang kami nyaris bobol kalau tidak karena bola hasil tendangan keras pemain lawan membentur mistar bagian bawan lalu memantul ke bawah. Dari situ lah sport jantung kami para ofisial di mulai. Kekalahan kami sudah kelihatan dari bagian bek kanan yang kerap kehilangan bola karena gagal mem-pressure lawan. Alhasil sering sekali tusukan dan serangan berbahaya lawan berawal dari sana. Oleh karena itu segera saya ganti dengan pemain sesungguhnya karena datangnya telat. Alhasil barisan belakang sudah beres dan kuat.
Tetapi petaka pertama datang ketika tidak berapa lama kemudian, berawal dari serangan lawan yang sudah dekat area penalti akibat bebas marking pemain kami tendangan bebasnya yang keras sukses menjebol gawang kami, 0-1 buat PS Manokwari. Adapun gol balasan kami bermula dari free kick di bagian kanan lapangan yang dieksekusi oleh Okta, bek kiri kami. Tendangannya yang sangt akurat sempat membentur mistar gawang dan tepat jatuh di kaki Zainal pemain tengah dan tanpa ampun melesakkan tendangannya hingga tidak bisa ditahan kiper lawan, 1-1 skor berubah.
Menjelang pluit akhir pertandingan sebenarnya kami sudah optimis bakal terjadi penalti yang membuat kami sangat PD, karena kami unggul di sisi kiper. Tetapi bencana yang kami takutkan terjadi, akibat konsentrasi yang kurang di akhir pertandingan, bermula dari Pinandi, bek kanan kami yang membuang bola ke tengah dan berhasil diambil lawan yang langsung umpan crossing dan gagal di heading oleh Ratno hingga dengan manis bola berhasil di heading oleh pemaing lawan, akibatnya pada injury time kami harus mengalami kekalahan yang saya rasa sangat menyakitkan dengan skor 1-2.
Dari kekalahan ini saya sangat paham bagaimana tidak enaknya kalau kalah di saat injury time. Tapi memang tim lawan pantas menang, karena mereka unggul dari permainan. Kami akan bertekad untuk tampil lebih baik lagi pada kompetisi-kompetisi yang akan datang. Bagi saya pribadi menjadi manajer pertama kali ini membuat semakin ketagihan, wah bagaimana nih…?
Lolos Ke Babak Kedua
Tim sepakbola PS Palembang-Yogyakarta yang saya manajeri berhasil lolos ke babak kedua setelah pada tanggal 7 Juni 2008 kemarin berhasil mengalahkan tim PS Timika dalam lanjutan kompetisi Papua Cup. Kompetisi ini mempertemukan berbagai klub sepakbola amatir di wilayah Yogyakarta yang mayoritas biasanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang kuliah di Yogyakarta. Sebetulnya saya sendiri biasa menjadi pemain, terutama posisi bek kiri, namun karena faktor “umur” saya didaulat oleh rekan-rekan untuk menjadi manajernya saja.
Ternyata asyik juga ya jadi manajer, karena sport jantung, teriakan dari pinggir lapangan dalam memberikan instruksi menjadi rutinitas wajib di lapangan ketika sedang bertanding. Oh ya babak berikutnya kami akan berhadapan dengan PS Manokwari, doakan kami menang ya…
Susunan Pemain (dari kiri ke kanan foto): Mincen (gelandang), Okta (bek kanan), Ratno (gelandang), Thomas (kiper), Udin (gelandang), Daril (winger), Viktor (bek kanan), Andik (bek kiri), Franky (winger), Rino (bek kanan), Bayu (gelandang), Upik (bek tengah), Joni (striker), Andi (ofisial), Zainal (gelandang), Saya (manajer), Yuadi (gelandang), Febri (bek tengah).
Kemana Saja Saya?
The Power of Monday Spirit
Mungkin kita bersama sering merasakan sensasi hari Senin. Lihatlah bagaimana ketika waktu sudah menggiring masuk ke hari Senin setiap minggu, di mana, setiap orang akan (di luar anggapan yang mengatakan I hate monday) :
merasa memiliki semangat baru untuk memulai aktivitas
seluruh ruas jalan mulai ramai dijejali kendaraan bermotor
seluruh jantung-jantung perekonomian berdetak kencang di seluruh sektor
uang yang mengalir deras dari satu rekening ke rekening yang lain
statistik blog yang meningkat tajam
ada yang mau menambahkan …?
Petaka Pemain Sepakbola Asing di Dalam Negeri
Ironis! Begitulah ungkapan yang hanya bisa terlontar terhadap perilaku pemain asing sepakbola di dalam negeri. Betapa tidak, mereka yang kita harapkan dapat menjadi contoh dan suri tauladan baik dari segi kemampuan, etika dan semangat agar bisa meningkatkan citra sepakbola Indonesia, ternyata kita tidak bisa berharap banyak dari mereka.
Berbagai kerusuhan dalam beberapa hari terakhir ini ternyata bukan dipicu oleh pemain lokal, ternyata oleh pemain luar alias import! Sungguh aneh, sebenarnya ada apa dengan mereka (baca: pemain asing ini?) Apa yang harus dibenahi dengan kondisi seperti ini? Memang sedikit banyak ulah pemain di lapangan dapat menjadi pemancing anarkisme yang dilakukan oleh suporter. Nah, kalau pemain “ke-13″ ini sudah turun tangan, tahu sendiri kan apa akibatnya…..?
Perang Melawan Obesitas

Waktu di Jakarta kemarin sempat melihat kembali foto-foto waktu masih mahasiswa. Ternyata badan saya bagus banget dulunya alias langsing abis! Tapi sekarang melihat perut yang udah mancung rasanya nyesek banget dalam hati. Ingin rasanya badan ini kayak dulu lagi..! Belum lagi beberapa waktu belakangan ini banyak orang yang meninggal atau jatuh sakit akibat kegemukan dan pola hidup yang sangat tidak sehat. Kerja banting tulang, pergi pagi pulang malam, makan makanan yang penuh lemak, belum lagi ngemil dan merokok ditambah tidak pernah olahraga. Cukup sudah alasan penyakit seperti gula, stroke, diabetes, darah tinggi segera menyerang. Takut juga kalau melihat ngerinya penyakit-penyakit tersebut.
Pokoknya hanya ada satu kata melawan OBESITAS yaitu PERANG!!!
Mengapa Anak Kecil Kalau Batuk BB-nya Langsung Turun?
Mungkin ini sering dialami oleh para orangtua yang ketika anaknya kena batuk, berat badannya langsung turun? Saya juga bingung bagaimana prosesnya ya? Selain berat badan turun si anak juga keliatan lemas. Ada yang bisa membantu menjawabnya?


