Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Akhirat di Hati Dunia di Tangan
Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)
Ahlan Wasahlan
Semalam untuk pertama kalinya saya mulai kursus privat bahasa Arab bersama teman-teman. Kami memilih khsusus metode kursus yang didesain untuk percakapan. Kesan pertama belajar terus terang saya seperti anak kecil yang harus belajar ngomong, sulit sekali. Apalagi kita harus memaksa diri untuk lancar dan cepat membaca tulisan Arab gundul. Tapi secara keseluruhan, alhamdulilah semakin membuat saya cinta dengan bahasa Arab, karena susunan kata-katanya itu begitu menakjubkan dan indah, misal untuk kata ganti orang/benda dalam bahasa Arab bisa mencapai 15 lebih kata ganti! Belum lagi nanti urusan nahwu sharaf nya yang harus saya pelajari dengan serius. Wah asyik nih kayaknya.
Ada beberapa motivasi mengapa saya memutuskan mengambil kursus bahasa Arab, mulai dari agar mudah dalam mengartikan dan men-tadabburi makna yang terkandung di dalam Al Qur’an, memudahkan percakapan bila bertemu orang Arab dan terakhir persiapan nantinya bila mulai mengepakkan sayap bisnis di wilayah Timur Tengah tersebut.
Kemunduran Kualitas Shalat Jum’at ?
Logika Manusia vs Logika Robbaniyah

Hari minggu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang menyentuh berpa taujih tentang logika manusia dan logika robbaniyah (Tuhan).
Kita pasti ingat sejarah Nabi Musa A.S. dan pengikutnya ketika dikejar-kejar pasukan Fir’aun (laknatullah) hingga terdesak sampai di Laut Merah. Secara logika akal manusia sudah pasti situasi tersebut hampir mustahil mereka bisa lepas dari pasukan Fir’aun. Karena kondisi saat itu mereka hanya tinggal memiliki satu jalan, yaitu terjun ke laut! Yang tentu saja konsekuensinya adalah kematian. Logika kondisi dan tempat sudah sangat realistis mengatakan bahwa mereka pasti tertangkap. Begitu juga ketika Nabi Musa mendapat perintah untuk mengetukkan tongkatnya ke laut, hal itu masih dalam logika manusia. Tetapi ketika air laut terbelah dua, maka yang bermain di situ adalah logika robbaniyah. Ketika akal dan logika manusia sudah stuck, maka semuanya tinggal menunggu logika robbaniyah. (lagi…)
Waspadai Talbis Iblis

Waktu liburan lebaran kemarin di Temangguna mendapatkan beberapa ilmu tambahan tentang bagaimana setan melakukan godaa kepada manusia. Dari buku Talbis Iblis karangan Syekh Ibnul Qayim Al Jauziyah sungguh menambah pengetahuan kita sebagai muslim.
Dikatakan bahwa setan dan iblis selalu akan melakukan penyerangan kepada hamba Allah SWT sesuai dengan kapasitas dan aktivitas yang dimiliki/dilakukannya.
Misalnya ketika kita ber-wudhu maka setan akan selalu membuat kita akan merasa was-was apakah tadi kita sudah membasuh anggota badan seperti tangan/kaki, dll. Sehingga membuat kita akan mengulangi lagi, lagi dan lagi dan akibatnya pemborosan air yang kita lakukan dan juga terlambat untuk sholat berjamaah.
Ada lagi misalnya dalam hal bersuci terutama ketika membersihkan faraj (kemaluan). Setan akan membuat kita merasa bahwa setelah dibersihkan selalu ada tetesan air seni sisa kita buang air kecil tadi, sehingga kita akan berulang-ulang membasuhnya. Padahal kata beliau cukuplah disiram dengan menjepitkan dua jari ke faraj tersebut.
Lihat lah juga ada beberapa orang yang selalu mengulang takbir ketika sholat, seolah-olah dia tidak yakin akan takbir dan niat yang diazamkan dalam hati. Sesungguh itu juga bagian dari talbis iblis.
Mungkin ada sebagian besar kita yang mengalami seperti itu. Jadi hati-hati lah…
Foto: http://suakahati.files.wordpress.com/2007/07/setan1.jpg
Mengambil Hikmah Dari Kasus Hilangnya Foto Istri Uje
Mungkin sebagian besar dari kita udah pada tahu terhadap kasus Uje (Ustadz Jefry Al Buchory) yang mengalami musibah kehilangan tas di pesawat milik Garuda beberapa hari lalu. Adapun tas tersebut banyak berisi barang berharga seperti 2 buah handphone, kartu kredit, uang dalam pecahan rupiah, dolar, riyal, dll. Namun yang paling memilukan bagi Uje katanya adalah yang hilang tersebut terdapatlah foto-foto istrinya pada masa dulu belum menggunakan jilbab!
Update: Berdasarkan konfirmasi langsung dari ukhti Pipik Uje di komentar posting ini, ternyata foto tersebut bukan berada di dalam HP atau handycam melainkan di dalam dompet Uje yg ikut hilang. Tapi oke lah walau pun agak sedikit membuat relevansi posting ini bergeser/berubah, tapi makna dan maksud tulisan blog ini tidak berubah. Trims.
Sungguh ini merupakan pelajaran berharga bagi kita yang sudah memiliki istri atau anak perempuan (yang sudah baligh) agar jangan pernah menyimpan foto tersebut dalam memori handphone atau handycam! Usahakan agar langsung disimpan ke hard disk komputer di rumah dan jangan di simpan di laptop. Karena pada prinsipnya produk handphone, handycam dan laptop adalah perangkat mobile yang dapat kadangkala secara tidak kita sadari bisa dilihat rekan/teman yang bukan muhrim serta memiliki potensi untuk mengalami kehilangan yang cukup tinggi. Sedangkan hard disk PC sifatnya menetap di rumah dan kebanyakan hanya dilihat oleh anggota keluarga saja. Kalau perlu (dan ini sendiri secara pribadi saya lakukan) jangan pernah mengambil foto mereka dalam keadaan tidak berjilbab, untuk memberi kita sebagai suami/kepala keluarga dan terutama mereka (istri/anak).
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran sekaligus hikmah dari kasus ini. Amien.

