Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Akhirat di Hati Dunia di Tangan
Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)
Fadel Muhammad & Entrepreneurship Government

Sudah lama saya mengagumi kiprah dan sepak terjang Fadel Muhammad sejak menjadi gubernur Gorontalo. Fadel yang juga seorang pengusaha yang menjadi tokoh nasional ternyata mau terjun ke daerah untuk memimpin sebuah provinsi baru waktu itu yaitu Gorontalo.
Adapun yang menjadi kekaguman saya adalah kesuksesan Fadel yang memiliki jiwa wirausaha dalam mengembangkan Gorontalo. Dia faham bahwa untuk menjadi sebuah propinsi yang memiliki nilai jual tinggi maka harus ada pula komoditi yang menjadi andalan propinsi yang dipimpinnya tersebut berdasarkan kompetensi dan keunggulan lokal yang dimiliki. Coba ingat kembali beberapa tahun ke belakang, kita mungkin berkata “apa sih yang bisa diandalkan di Gorontalo”?. Dan pilihan Fadel tidak salah yaitu dengan memilih jagung sebagai komoditas utamanya. Dengan begitu dia langsung fokus dalam pengembangan agro industri jagung ini dari tahun ke tahun. Hasilnya komoditi jagung menjadi sumber penghasilan pendapatan daerah terbesar di propinsi tersebut yang malahan sudah diekspor ke Malaysia dan Philipina. Di sinilah letak entrepreneurship government yang diterapkan Fadel terbukti berhasil, yaitu dengan fokus “berbisnis jagung”, menyiapkan seluruh sarana, prasarana, infrastruktur, suprastruktur ditambah lagi pengalaman Fadel sebagai seorang pebisnis yang tentu saja sangat membantu ke arah keberhasilan “bisnis jagung” di Gorontalo tersebut.
Mental seperti inilah yang diharapkan bisa diterapkan oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia, yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi besar dari komoditi yang bisa dikembangkan di daerah masing-masing, sehingga dapat mengurangi ketergantungan yang besar pada pendapatan dari pajak. Dengan kejelian para pemimpin daerah dan fokus dalam membesarkan komoditi daerahnya bukan tidak mungkin daerah-daerah Indonesia akan menjadi makmur.
The Power of Monday Spirit
Mungkin kita bersama sering merasakan sensasi hari Senin. Lihatlah bagaimana ketika waktu sudah menggiring masuk ke hari Senin setiap minggu, di mana, setiap orang akan (di luar anggapan yang mengatakan I hate monday) :
merasa memiliki semangat baru untuk memulai aktivitas
seluruh ruas jalan mulai ramai dijejali kendaraan bermotor
seluruh jantung-jantung perekonomian berdetak kencang di seluruh sektor
uang yang mengalir deras dari satu rekening ke rekening yang lain
statistik blog yang meningkat tajam
ada yang mau menambahkan …?
Memberi Contoh atau Menjadi Contoh?
Krisis Lagu Anak-Anak?
Tiba-tiba saya mendengar anak-anak kecil menyanyikan lagu-lagu populer orang dewasa, semacam Peterpan, Nidji, Ungu, dll. Seketika itu juga saya merasa ada yang janggal dan aneh, apa ya….? Lama saya membatin bertanya pada diri sendiri, apa yang aneh ya…?
Langsung saya menerawang jauh ke belakang di masa kecil dulu, perasaan saya dulu seneng deh menyanyikan lagu-lagu Ezza Yayang, Bondan Prakoso “si lumba-lumba”, Roti Sumbu, Melisa “Abang Tukang Bakso”, Eno Lerian, Si Komo, dll. Hmmm…… berarti dapat deh jawabannya, yaitu kita sekarang sudah kehilangan atau krisis lagu anak-anak! Di tambah itu pula, siaran televisi sepertinya tidak ada yang memberikan slot waktu untuk acara-acara lagu anak-anak. Waduh, ternyata zaman sekarang sudah sangat berubah ya…? Sekarang mereka “dipaksa” lingkungan untuk menerima mentah-mentah lagu, kebiasaan orang dewasa.
Wah, bagaimana nih mengatasi masalah ini….? Ada solusi ..?
Untukmu Para Istri-Pekerja
Perang Melawan Obesitas

Waktu di Jakarta kemarin sempat melihat kembali foto-foto waktu masih mahasiswa. Ternyata badan saya bagus banget dulunya alias langsing abis! Tapi sekarang melihat perut yang udah mancung rasanya nyesek banget dalam hati. Ingin rasanya badan ini kayak dulu lagi..! Belum lagi beberapa waktu belakangan ini banyak orang yang meninggal atau jatuh sakit akibat kegemukan dan pola hidup yang sangat tidak sehat. Kerja banting tulang, pergi pagi pulang malam, makan makanan yang penuh lemak, belum lagi ngemil dan merokok ditambah tidak pernah olahraga. Cukup sudah alasan penyakit seperti gula, stroke, diabetes, darah tinggi segera menyerang. Takut juga kalau melihat ngerinya penyakit-penyakit tersebut.
Pokoknya hanya ada satu kata melawan OBESITAS yaitu PERANG!!!
Sungguh Biadab Orang yang Korupsi!
Beberapa hari ini saya lagi mempelajari tentang perhitungan perpajakan, terutama tentang pajak orang pribadi. Saya telusuri surat-surat keputusan para pejabat pajak, termasuk beberapa data perihal penerimaan pajak. Dari sana tertulis bahwa dari total pendapatan negara kita sebesar 85% nya adalah berasal dari PAJAK.
Kebayang kan? Bahwa selama ini yang membuat seluruh aktivitas pelayanan publik, mulai dari gaji PNS, pejabat negara, pembuatan jalan, jembatan, pendidikan dll hampir seluruhnya dibiayai oleh RAKYAT. Berarti kalau kita melihat di surat kabar yang mengatakan bahwa si A mantan pejabat ini, si B mantan pejabat itu yang merupakan pelaku korupsi maka sungguh sangat tercela perilaku tersebut.
Logika sederhana saya adalah, apabila kita sudah disiplin membayar pajak dan ada yang mengkorupsi uang rakyat tersebut, maka sudah sepantasnya kita sebagai warga negara pemilik sah uang rakyat yang diamanahi untuk dikelola oleh negara untuk menuntut sampai vonis dijatuhkan bagi koruptor tersebut. Dan bagi para penegak hukum yang turut membantu para koruptor bebas atau sekedar mengurangi hukuman mereka dengan cara kongkalingkong maka kalian juga masuk kategori tersebut.
Jadi KORUPTOR, sungguh biadab kalian bila memakan uang kami….!
Foto: http://jarikmataram.files.wordpress.com/2007/08/icon_kriminal.jpg
Mengambil Hikmah Dari Kasus Hilangnya Foto Istri Uje
Mungkin sebagian besar dari kita udah pada tahu terhadap kasus Uje (Ustadz Jefry Al Buchory) yang mengalami musibah kehilangan tas di pesawat milik Garuda beberapa hari lalu. Adapun tas tersebut banyak berisi barang berharga seperti 2 buah handphone, kartu kredit, uang dalam pecahan rupiah, dolar, riyal, dll. Namun yang paling memilukan bagi Uje katanya adalah yang hilang tersebut terdapatlah foto-foto istrinya pada masa dulu belum menggunakan jilbab!
Update: Berdasarkan konfirmasi langsung dari ukhti Pipik Uje di komentar posting ini, ternyata foto tersebut bukan berada di dalam HP atau handycam melainkan di dalam dompet Uje yg ikut hilang. Tapi oke lah walau pun agak sedikit membuat relevansi posting ini bergeser/berubah, tapi makna dan maksud tulisan blog ini tidak berubah. Trims.
Sungguh ini merupakan pelajaran berharga bagi kita yang sudah memiliki istri atau anak perempuan (yang sudah baligh) agar jangan pernah menyimpan foto tersebut dalam memori handphone atau handycam! Usahakan agar langsung disimpan ke hard disk komputer di rumah dan jangan di simpan di laptop. Karena pada prinsipnya produk handphone, handycam dan laptop adalah perangkat mobile yang dapat kadangkala secara tidak kita sadari bisa dilihat rekan/teman yang bukan muhrim serta memiliki potensi untuk mengalami kehilangan yang cukup tinggi. Sedangkan hard disk PC sifatnya menetap di rumah dan kebanyakan hanya dilihat oleh anggota keluarga saja. Kalau perlu (dan ini sendiri secara pribadi saya lakukan) jangan pernah mengambil foto mereka dalam keadaan tidak berjilbab, untuk memberi kita sebagai suami/kepala keluarga dan terutama mereka (istri/anak).
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran sekaligus hikmah dari kasus ini. Amien.



