Pindah ke Blog http://blog.uad.ac.id/ardi
Terhitung hari ini, maka secara resmi saya telah memindahkan blog http://4rd1.wordpress.com ke alamat baru yaitu http://blog.uad.ac.id/ardi.
Semoga bisa maklum, atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.
Dikepung Kartu Kredit
Memang dulu sih saya pernah memborbardir aplikasi pengajuan kartu kredit ke berbagai bank. Alhasil dari hampir sepuluh card issuer yang saya tuju, sekitar 40% nya menerima aplikasi saya tersebut. Tapi itu sudah lama sekali berlalu. Malahan saya sekarang cuma tinggal pakai 2-3 kartu, karena sudah “insyaf” he..he…
Namun, dalam sebulan terakhir ini ternyata kondisinya terbalik. Saya merasa menjadi sasaran para card issuer yang menawarkan berbagai macam kartu kredit. Terus terang cukup membuat “risih” sedikit, mulai di telpon langsung hingga teman sejawat yang mempromosikan ke saya, hingga kadang gak enak hati menolaknya. Terpaksa deh, sambil cari mengulur2 waktu dulu, sambil mencari alasan dan mempelajari dulu lebih dalam. Siapa tahu ada yang cocok
Produksi Packaging MyFamily Accounting
Susahnya Mencari Jasa Cetak Label CD di Jogja
Why Startup Founders Drop Out
Judul tersebut terdapat dalam situs Businessweek yang mengetengahkan daftar para pendiri perusahaan start up yang mundur dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Mengapa mereka mundur setelah bersusah payah mendirikan perusahaannya? Tampaknya ini yang perlu kita pelajari bila mendirikan sebuah perusahaan (software?) yang memiliki prospek sangat cerah, sehingga membuat ngiler para investor.
- ViaWeb. Perusahaan e-Commerce paling tua di dunia ini didirikan oleh Paul Graham. Diakuisisi Yahoo! tahun 1998 dan pendirinya keluar tahun 1999.
- Dodgeball. Produk berbasis social network for mobile ini didirikan oleh Dennis Crowly & Alex Rainert. Diakuisisi oleh Google tahun 2005 dan pendirinya keluar tahun 2007.
- dMarc. Perusahaan automated advertising platform ini didirikan oleh Chad & Ryan Steelberg. Tahun 2006 dibeli Google senilai US$ 102 Juta (Rp.969 Miliar). Pendirinya keluar tahun 2007.
- Skype. Perusahaan VoIP ini salah satu pendirinya Niklas Zennstrom keluar pada tahun 2007 yang mana sebelumnya telah diakuisisi oleh eBay tahun 2005 dengan nilai US$2,6 miliar (Rp. 24,7 triliun).
- Jamdat. Perusahaan mobile phone gaming salah satu pendirinya adalah Austin Murray (keluar tahun 2006). Tahun 2005 dibeli oleh Electronic Arts sebesar US$ 680 juta (Rp. 6,46 triliun).
- JBoss. Salah satu pendirinya adalah Mark Fleury. JBoss dibeli oleh Red Hat seharga US$ 350 juta (Rp. 3,325 triliun) tahun 2006. Setahun kemudian Mar meninggalkan perusahaannya itu.
- SuSE. Perusahaan yang memproduksi Linux ini dibeli oleh Novell tahun 2004 senilaiUS$ 210 juta (Rp. 1,995 triliun). Pendirinya, Hubert Mantel meninggalkan perusahaan itu tahun 2006.
- Launch. Perusahaan downloadble music provider ini didirikan oleh Dave Goldberg & Bob Roback. Mereka nantinya keluar pada tahun 2007 setelah perusahaam mereka diakuisisi oleh Yahoo! pada tahun 2001.
Wah, kalau nanti perusahaanku Metasoft sudah besar apa bakal diakuisisi oleh mereka juga ya? Kita lihat aja nanti
Foto: Businessweek.com
Catatan Perjalanan Ke Surabaya-Malang-Bali dengan Menggunakan Mobil Pribadi
Dari pengalaman kemarin ketika melakukan Studi Banding Dosen Informatika UAD, saya dapat membagi cerita dan kiat bila ada di antara pembaca sekalian yang ingin melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya-Malang-Bali dengan menggunakan mobil pribadi.
Kami yang berangkat terdiri empat orang ini menggunakan mobil Panther LV 2500 cc tahun 2003 yang disewa selama empat hari. Sewa mobil tersebut per 24 jam adalah Rp.250.000 berarti untuk mobil kami menghabiskan uang Rp. 1.000.000. Kami berangkat sekitar pukul 22.00 WIB, sampai di Surabaya sekitar pukul 04.30 WIB (hampir tujuh jam perjalanan).
Setelah mengunjungi UK Petra dan ITS kami berangkat ke Malang (kami tidak menginap di Surabaya). Di malang kami sampai sekitar pukul 19.00 WIB dan menginap di penginapan Songgoriti di Buah Batu. Harga per kamarnya Rp. 75.000 dan di luar hari libur diberi diskon 50%. Karena kami pesan dua kamar kami cuma membayar Rp. 75.000 (berati satu kamar Rp.35.000 udah dikasih sarapan nasi goreng lho…). Setelah mengunjungi UMM Malang kami langsung cabut ke Bali dan sampai di Denpasar sekitar pukul 01.00 WITA (tapi sebelumnya kami harus ke bandara dulu karena menjemput istri pak Eko). Kami menginap di hotel Arta (waduh sorry saya lupa di jalan apa, ada yang tahu…?) dengan sewa per malam Rp. 150.000 (lagi-lagi ini kami anggap murah, karena di pusat kota euy…).
Setelah mengunjungi PT Balisoft Lintas Media, kami mulai jalan-jalan ke Pantai Kuta (gratis, cuma bayar parkir), kemudian ke Waterboom yang harga tiketnya US$21, jadi hampir Rp.200 ribuan (hee…hee.., makanya kami tidak jadi masuk, abis masak lebih mahal dari penginapan kami..?). Setelah itu kami menuju Tanah Lot, nah masuk ke sini bagi yang bawa mobil dengan lima orang penumpang kami bayar Rp. 40.000 (jadi gak tau tuh hitungan biayanya mobil berapa dan orangnya berapa).
Setelah puas jalan-jalan kami langsung pulang ke Jogya sekitar pukul 17.00 WITA dan sampai di Yogyakarta keesokan harinya pukul 11.00 WIB. Kesimpulannya selama perjalanan kami tersebut, kami telah melakukan perjalanan sepanjang 1.750 kilometer dengan menghabiskan sekitar 135 liter solar dan uang untuk beli solar Rp. 580.000 (trims pak Wahyu dan pak Eko yang udah mencatat dan mengkalkulasi). Tapi, perlu diingat lho kami kan di Surabaya dan Malang keliling juga karena macet dan salah jalan. Oh ya pesan saya bagi yang ingin ke Bali persiapkan tanda pengenal dan surat-surat penting lainnya, karena ketika sampai di pelabuhan Gilimanuk ada pemeriksaan KTP (semuanya lho…) dan terakhir ketika sudah memasuki daerah Jawa Timur (terutama malam hari) harus benar-benar mematuhi marka lalu lintas karena ternyata walau udah hampir dini hari masih banyak polisi yang “patroli” lho… (he..hee.., tahu sendiri kan?).
Semoga catatan saya ini dapat membantu dan selamat melakukan perjalanan.
Foto : Tanah Lot Bali
Menyewa Outlet di Mall dan Pusat Belanja di Yogyakarta
Beberapa bulan yang lalu saya melakukan survey ke Ambarrukmo Plaza, TB Gramedia Sudirman dan Maliboro Mall terkait dengan prosedur dan harga sewa outlet/counter di sana. Dari hasil survey tersebut didapat prosedurnya dan harganya sbb :
- Mengajukan proposal yang memuat tentang bisnis yang dijalankan dan data produk yang akan dijual.
- Menunggu persetujuan dari pihak pengelola tempat (rata-rata 1 minggu).
- Harga sewa bentuk outlet/counter di Plaza Ambarukmo Rp. 1,5 – 2 juta setiap meter persegi dengan masa sewa minimal 6 bulan. Sedangkan harga sewa bentuk toko US$45-US$50 setiap meter persegi.
- Harga sewa outlet/counter per bulan di TB Gramedia Sudirman adalah Rp. 4 juta per meter persegi.
- Harga sewa di Malioboro Mall yang rata-rata memiliki 15-20 ribu pengunjung setiap hari biasa dan 25 ribu pengunjung di akhir pekan ini adalah Rp. 300-400 ribu per hari untuk ukuran 1,5 x 1 meter, Rp. 1,5 juta per hari untuk ukuran 6 x 4 meter.
Foto : Salah satu outlet di salah satu mall di Jl. Solo Yogyakarta.
Ini Dia! Perguruan Tinggi Indonesia Paling Populer di Google
Sambil menunggu mahasiswa praktikum, iseng-iseng saya mencoba melihat top rank di Google dengan keyword seputar perguruan tinggi. Tujuannya saya ingin mengetahui universitas, sekolah tinggi, institut, akademi, fakultas, program studi apa saja sih yang
paling populer di Google. Berikut saya sajikan hasilnya :
Keyword “universitas“. Hasil 10 besar di Google :
1. UI
2. UGM
3. UNPAD
4. UNIV. TRISAKSI
5. UNIV. GUNADARMA
6. UNDIP
7. UNIV. BRAWIJAYA
8. UNIV. TERBUKA
9. UNIV. KATHOLIK ATMAJAYA
10. UNTAR
(lagi…)




