Nagabonar Jadi 2

naga.jpg

Bersama dengan teman saya Bayu Pratama kemarin kami nobar (nonton bareng) film yang sudah jauh hari ingin saya tonton yaitu Nagabonar 2 di Cineplex 21 Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Film ini sebenarnya sudah diputar serentak tanggal 29 Maret 2007 yang hingga saat ini masih selalu dipenuhi penonton. Buktinya untuk nonton pertunjukan pukul 19.15 tiketnya udah kehabisan, yang tersisa pertunjukan pukul 21.25, itu pun tinggal 5 kursi. Terpaksa kami ambil pertunjukan terakhir tersebut yang seharga Rp. 15.000.

Sinopsis

Film ini merupakan sekuel dari Nagabonar, produksi 196, yang saat itu sukses meraih prestasi kualitas (Film Terbaik FFI 1987) sekaligus mendulang prestasi dalam mengumpulkan jumlah penonton.

Diproduksi atas kerjasama PT Demi Gisela Citra Sinema dengan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, film “Nagabonar Jadi 2” (NBj2) didedikasikan kepada almarhum Drs. Asrul Sani yang telah menciptakan tokoh rekaan Nagabonar – pencopet yang diangkat jadi Jenderal dalam perang kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, Nagabonar (Deddy Mizwar) seorang diri berhasil membesarkan anaknya, Bonaga (Tora Sudiro) – buah hati hasil pernikahannya dengan Kirana (almarhumah), yang kini sukses jadi pengusaha di Jakarta.

Sebagai anak, Bonaga memiliki persamaan watak dan karakter dengan Bapaknya: jujur, bertanggungjawab, dan juga sama-sama tak mampu menyatakan cinta pada wanita. Dengan jiwa kepemimpinannya, Bonaga – bersama Pomo (Darius Sinathrya), Ronnie (Uli Herdinansyah), Jaki (Michael Muliadro) – mengelola bisnis yang strategis. Bonaga bersama tiga sahabatnya merupakan cermin anak muda modern: metroseksual, pintar, cerdas, dan dinamis.

Data & Statistik

Beberapa mobil yang digunakan dalam film ini antara lain Suzuki Grand Escudo, Toyota Fortuner, BMW SUV, Toyota Corolla.  Hampir seluruh perangkat notebook yang digunakan dalam film ini adalah merk Apple beserta iPOD. Beberapa pesan yang sangat mendalam dalam film ini adalah tentang jiwa patriotisme, cinta tanah air, mandiri, kesalihan beragama, tanggungjawab, KKN, dll.

Kesan

Peran Deddy Mizwar sangat dominan di film ini dan hampir-hampir menyingkirkan peran Tora Sudiro. Komedi yang disuguhkan masih sangat kental walaupun sebenarnya masih banyak di film Nagabonar yang pertama. Namun secara keseluruhan saya puas dengan film ini, dan sepertinya cukup bagus kalau dibuat sekuel berikutnya yang mengisahkan tentang Nagabonar yang sudah menjadi kakek dengan ending kematiannya, oh… mungkin sangat mengharukan…

Pos ini dipublikasikan di Entertainment. Tandai permalink.

3 Balasan ke Nagabonar Jadi 2

  1. fajar andriana berkata:

    saya angata setuju dengan komentar dan apa yang saya baca barusan. sangat kental sekali dengan nilai-nilai nasionalisme, cinta, dan banyak lagi.
    baru kali ini film dalam negeri yang sangat berkualitas, tanpa mengesampingkan nilai hiburan tetapi pesan-pesan yang ada sangat cocok untuk indonesia saat ini.

  2. daGang berkata:

    filemnya luchu bgt y ???!!!!!!!☺☻♥♦♣6•◘○♠

  3. Dhina berkata:

    dah lah… Hiders cma berkata Philemnya Luchuuuuuu!!!Whikikikikik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s