Terkecoh Iklan BRITA UTAMA

Memang dunia iklan/advertising penuh dengan daya kreativitas tanpa batas. Tengoklah salah satu iklan kreatif yang kerap muncul di media TV dan Surat Kabar minggu ini yaitu BRITA UTAMA. Iklan yang ditampilkan persis seperti layaknya sebuah berita yang dibacakan secara serius oleh presenternya ini ternyata telah banyak mengecoh para pembaca. Iklan ini menampilkan sebuah mobil yang “mendarat” di atas rumah dengan kondisi atap yang hancur, ditambah sang presenter yang membuat penasaran dengan mengatakan “tunggu berita selanjutnya…” semakin membuat berita tersebut ditunggu-ditunggu pembaca/pemirsa. Teman-teman banyak yang heran kok hebat sekali ya “angin puting beliung” atau “tsunami” yang menghantam rumah tersebut sehingga mobil pun dapat “nangkring” di sana. Hebatnya lagi mereka percaya iklan itu sungguhan..! Padahal coba lihat di kanan bawah layar TV Anda dituliskan “Iklan ini Hasil Rekayasa”. Itulah sihir iklan…

Pos ini dipublikasikan di Bisnis. Tandai permalink.

3 Balasan ke Terkecoh Iklan BRITA UTAMA

  1. andri berkata:

    pas pertama kali liat iklan itu kirain terjadi bencana beneran. padahal saya sudah melototin tv lho. eh ternyata cuma iklan:)
    dasar menyebalkan tapi ok lah buat idenya kreatif banget

  2. Wilin Rosalina berkata:

    setuju dgn andri,
    si pembuat iklan tau bnr sikon….
    dengn bencana yg akhir2 ni melanda Indonesia, bs mnjdi sebuah inspirasi bagi dia….& hasilnya saya yakin, lbh dr 80% orang Indonesia percaya akan iklan trsbt swkt liat pertama kali.
    orang ibu saya smpi nunggu pe jam 12 mlm,pdhl liat iklan itu jm 6 sore d SCTV.
    TOP abiiiizzzz……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s