Salut Buat Pengakuan Pak Amien Rais

Amien Rais

Amien Rais belum tamat! Itulah kesan saya terhadap keberanian beliau sebagai orang pertama kali yang mengakui menerima dana DKP waktu pemilian presiden 2004 kemarin. Memang tampaknya pak Amien selalu menjadi pionir sekaligus pendobrak untuk masalah-masalah politik mutakhir. Coba lihat dulu waktu sebelum Soeharto lengser, beliau yang berani pertama kali mencanangkan suksesi kepemimpinan nasional, plus waktu gerakan reformasi untuk menjatuhkan Soeharto pak Amien juga yang menjadi “buldozer”-nya.
Sekarang dengan terungkapnya kasus kucuran dana DKP yang disinyalir banyak melibatkan Capres tahun 2004, sikap pak Amien kembali menunjukkan bahwa beliau “masih ada”, dan sikap ksatria beliau sangat perlu kita apresiasi dan dicontoh terutama
oleh para pemimpin dan tokoh bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis kejujuran. Go pak Amien keep istiqamah!…

Foto : Wawancara MetroTV dengan Amien Rais dalam acara Todays Dialogue Tadi Malam

Pos ini dipublikasikan di Fenomena, Opinion. Tandai permalink.

17 Balasan ke Salut Buat Pengakuan Pak Amien Rais

  1. aleyonocom berkata:

    entah kenapa ya pak kok saya tu gak pernah suka dengan amien rais..klo menurut saya dia mengakui dapat dana tersebut karena daripada orang lain yang mengungkap lebih baik berkata dari mulut sendiri. biar malunya gak banget banget.tapi itu menurut saya…tapi ya salut juga udah mendingan lah mau terus terang.karena terus terang gak bisa terus terusan..tergantung manusianya..

  2. Ardiansyah berkata:

    Ya terlepas segala kekurangan beliau, tetap saja kita harus fair beliau lagi-lagi menjadi lokomotif untuk urusan moral kebangsaan. Sama beraninya beliau ketika lantang meneriakkan tentang suksesi kepemimpinan nasional, masalah Freeport dan DKP ini, wallahu’alam.

  3. INDRA PRAMADHITA berkata:

    Asyik jagoannya datang lagi…. ayo hajar trus semua musuh-musuh elite bangsa… yang mengeruk uang rakyak di balik kantong safarinya yang selalu licin…! “Amien Rais return” cooming soon only on cinema 20 (cari aj…..!)

  4. aleyoncom berkata:

    nah kalo para pemimpin udah ribut sendiri.. pasti ujung ujungnya kita semua yg bakal kena getahnya…ingat para pemimpinku mengalah bukan berarti kalah tapi dia lah yg berjiw besar….udah tau uang rakyat kenapa juga dullu diterima..??heran! tanya kenapa?kenapa tanya?

  5. Saya salut dengan Pak Amien Rais karena saya pada pilpres tahun 2004 lalu mengharapkan Pak Amien yg jadi presiden tapi yah kita harus mengakui bahwa demokrasi harus berjalan dengan baik. Pak Amien maju terus tapi ingat Pak Amien, proses hukum harus tetap berjalan dan saya harap tidak ada unsur politis dalam masalah ini

  6. Rudi berkata:

    jikalau saya memiliki seorang pemimpin seperti Amin Rais di negri ini, alangkah bahagia rasanya, karena tidak ada tokoh seperti dia yang berani mengunkap segala kebusukan2nya, saya merasa bangga rasanya jikalau Amin Rais jadi seorang pemimpin di negri ini. Saya sebagai rakyat rasanya ingin sekali memiliki seorang pemimpin yang punya nyali besar seperti Amin Rais, muda2an terkabul amin…

  7. yoyo safri berkata:

    Seburuk2 amien rais msh lbh baik dibanding capres lainnya. suka atau tidak dari komentar dan komitmennya, amien rais sebenarnya yg paling berani betulo2 memperjuangkan kemakmuran rakyat. Kenapa rakyat kita kayak gini susahnya? karena semua ujung2nya ada korupsi kelas buessaarrr. lha ya cuma amien rais aja yg berani menyoroti.
    sekarang ada otonomi daerah itu berawal dr gagasan sp? ya amien rais, cb gagasan penegakan hukum dan pembersihan korupsi versi amien rais jg diimplementasikan, lihat aja nanti hasilnya, saya yakin cuma rakyat yg merasakan manis. Sebenarnya sy bukan pendukung amien rais, tp kl dicermati betul visi, keberanian dan kekomitmennya, kayaknya dlm memprjuangkan bangsa dia adlh soekarno baru. bedanya soekarno pnya ksempatan jd presiden, amien rais belum.

  8. yoyo safri berkata:

    ditambah lg secara kasat mata, amien rais bkn pribadi glamour, peluang dia punya duit banyak terbuka lebar, tp lihat sosoknya, rumahnya biasa2 aja, dekat sm kanan kirinya dari tukang becak sampai pedagang nasi goreng, zakat mal dia tunaikan, dimana2 selalu mengajak damai, berpikir dan berprestasi, diliput atau tidak diliput media.
    kenapa amien rais selalu terpojok? karena orang yg tidak benar pasti takut amien rais punya wewenang memerintah.

  9. Dian Paramita berkata:

    @ aleyonocom:

    entah kenapa ya pak kok saya tu gak pernah suka dengan amien rais..

    Tidak suka tapi tidak tau kenapa itu gimana ya? Aneh.

    Negara ini sungguh aneh. Orang seperti Soeharto yang sudah membunuh Indonesia masih saja diagung-agungkan dan dianggap pahlawan, namun orang seperti Amien Rais tidak pernah punya kesempatan untuk memimpin.

    Bagi saya, itu semua dikarenakan negara ini sangat bodoh. Bodoh karena sangat miskin. Miskin karena selalu ditindas oleh pemerintahnya. Namun pada akhirnya, si penindas itu diagung-agungkan. Lingkaran setan yang ironis.

  10. Rabil berkata:

    Ya, kualitas pemimpin negara yang terpilih mencerminkan kualitas rakyat yang memilihnya. Rakyat Indonesia belum cukup banyak yang berkualitas untuk memilh Amien Rais untuk jadi PresidenšŸ˜¦ Nada-nada sinis tentang Amien Rais banyak saya dengar dari teman-teman, bagi saya itu menunjukkan kesuksesan penjahat2 negeri ini menghembuskan fitnah busuk thd Amien Rais.

  11. tiyok berkata:

    amien rais tetap is the best deh……

    i’m a amien rais big fans…

  12. andi berkata:

    udah saatnya kita pilih pemimpin yang bisa memegang amanah rakyat..
    udah saatnya rakyat kita juga pintar2 memilih pemimpin…
    negara kita sekarang kita yang tanggung…
    berikan warisan yang terbaik untuk anak cucu bangsa ini..
    makanya pilih amien rais..

  13. fitna berkata:

    setuju banget deh sama Dian Paramita, ngapain juga tuh si @aleyono ra cetho kuwi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! klo gak suka ngapain mau baca N komentarin artikel yg berbau Pak AMIEN????????? emang Pak Amin bkn ukuran untuk suatu kejujuran, tp mending!! dr pada yang lain makin gk jelas asal usulnya dr planet Mars apa planet got hitam.kupikir setelah reformasi bergulir byk yang ikutan aji mumpung rame2 dirikan partai rame2 bebas ngomomg ungkapin pendapat masing2. kenapa gk dr dulu2 sebelum pak Amin punya gagasan reformasi!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! mana Nyalinya!!!!!!!!!!!!!!!!!!kenapa musti ada Pak Amin dulu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! terlambat? keduluan Pak Amin??????????????jd Pahlawan kesiangan duooooooooonnnnnnnnnggggggggggggg…………………..

  14. rayhan berkata:

    maju trus pak amin rais.kami menantikan amin rais utk capres 2009….!!!

  15. Hand berkata:

    Satu hal yang pernah saya dengar dari Bpk Amin Rais setelah SBY terpilih sebagai Presiden, klo ga salah gini :
    ” jangan salahkan rakyat jika rakyat salah memilih “.
    Kenyataannya benar adanya sekarang, rakyat kecil banyak yang menjerit, banyak rakyat yg frustasi karena kekurangan ekonomi,..
    Sampai kapan negara kita seperti ini,
    1 lg yg menjadi acungan jempol buat Pa Amin, krna bliau tdk terpancing untuk mengiklankan partainya di TV, sungguh memalukan umat manusia2 itu, baru menurut mereka telah berbuat baik, sudah dipamer2 kan, dipublikasikan.. MEMALUKAN!!
    Bukankah islam mengajarkan jika tangan kanan memberi tangan kiri tdk boleh tau?

  16. harry berkata:

    pak amin, saya cuma bisa berkata, tetaplah exis di blantika politik indonesia, sbab tdk ada lagi tokoh yg bisa saya percaya, jika tidak ada tokoh seperti pak amin ntah jadi apa indonesia ini, maka kalau lah rakyat indonesia ini belum menjadikan bapak jadi presiden, itu bukan berarti bapak tidak mampu menjadikan indonesia yg bermartabat, tapi semata mata takdir Allah yg kita semua tidak tau dibalik itu semua, smoga pak amin tetap memonitor Indonesia yg kita cintai ini…………… terima kasih pak Amin Salam hormat saya … TAUFIK HARIYADI

  17. gio berkata:

    aku tuh ngefans berat sama pak amin …. orangnya tegas dan berani .semoga sehat dan panjang umur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s