Menggugat Daya Kritis & Keberanian Mahasiswa

 Demonstrasi

Mumpung masih dalam rangka memperingati hari Reformasi sembilan tahun lalu, kali ini saya akan menuliskan kegalauan saya terhadap daya kritis dan keberanian mahasiswa, terutama mahasiswa UAD. Latarbelakangnya saya sering membaca di milis (terutama milis inf-uad) yang mana para mahasiswa banyak mengeluarkan keluhan, unek-uneknya tentang bagaimana kebijakan yang telah diterapkan oleh prodi, mulai dari pkl, skripsi, kehadiran dosen dan terutama keuangan di mana mahasiswa “memprotes” banyaknya biaya ini-itu yang yang harus mereka keluarkan. Saking “kerasnya” protes mahasiswa, hingga kadangkala sudah menjurus pada “judgement” seperti “mata duitan”, “uang haram”, dll.
Kalo, sebatas mengeluarkan unek-unek di milis sih ok ok aja menurut saya, tapi alangkah baiknya seluruh akumulasi ketidakpuasan mahasiswa tersebut diwujudkan dalam “tindakan nyata”. Terus terang saya di kelas seringkali mengungkapkan hal ini. Biasanya saya sarankan sekaligus “menantang” mahasiswa agar berani menanyakan segala macam ketidakpuasan mereka tersebut ke pihak yang berwenang atau berkepentingan mulai dari Dekan, TU, Prodi, Dosen, dll atau dengan kata lain melakukan tabayyun/cek n ricek. Di sini HMTIF yang merupakan lembaga resmi mahasiswa seharusnya mampu berperan aktif dalam memfasilitasi gejolak dan tuntutan para mahasiswa, jangan hanya didiamkan dan cuma menjadi obrolan “angkringan” para mahasiswa. Buat forum sharing/klarifikasi antara mahasiswa dan pihak kampus agar masalah menjadi jelas. Bila tidak ditanggapi, baru lakukan semacam pressure, mulai dari yang lembut sampai yang keras, tapi ingat bukan anarkis!. Dan saya katakan dengan tegas di sini bahwa DEMONSTRASI bukanlah hal yang tabu dan di larang di UAD bila memang itu diperlukan! Ketika Anda menuntut hak Anda jangan pernah ragu untuk memintanya. Saya sangat menginginkan di sembilan tahun reformasi ini, mahasiswa UAD (terutama Informatika) kembali menjadi mahasiswa yang berani, tegas dan kritis seperti zaman keemasan reformasi dahulu. Hidup mahasiswa!!

Foto : http://www.bigs.or.id/bujet/5-3/demo1.gif

Pos ini dipublikasikan di Education, Fenomena, Opinion. Tandai permalink.

8 Balasan ke Menggugat Daya Kritis & Keberanian Mahasiswa

  1. faruk04018.. berkata:

    Assalam..
    malam minggu kemarin kami sudah menyampaikan kepada para dekan pak!,
    mengenai keluhan2 mahasiswa, sepert
    internetisasi yang kurang maksimal, keungan kampus, sampai masalah2 mahasiswa dengan dosen.

  2. beo berkata:

    weleh2x… kok biasa skali isi postingnya, sampe yang jadi mahasiswa aja bisa mikir kaya gitu adlem mimpi whahahahahaha….

    demo-demo… mumet dengernya, tiap hari di tv denger demo, gak tukang becak, guru, buruh, warga, dpr semua pada demo.. puzzzziiiiink…

    mending ikutin beo ajah …. diam.. itu emas.. (klo dimulut ada emas nya) hahahahahahahaha….

  3. Ardiansyah berkata:

    #faruk04018.. & beo
    Itu merupakan langkah yang bagus, dan harap dicatat apa aja hasil dari pertemuan tersebut, kemudian terus dipantau sejauh mana hasil dari pertemuan tersebut jangan sampai hanya ditampung lalu dilupakan. Di sinilah fungsi kontrol dari kalian yang sebenarnya difasilitasi oleh KMTIF/BEM. Teruskan perjuangan kalian dengan langkah-langkah yang sistematis dan kompak hingga tujuan yang kalian perjuangkan berhasil.
    Memang kayaknya udah bosan yah denger kata-kata demo, tapi dalam proses pencapaian tujuan demonstrasi kadangkala menjadi salah satu cara yang efektif dan berhasil. Di sinilah saya lihat kadangkala mahasiswa teknik khususnya kurang bisa mengelola sebuah gerakan kemahasiswaan secara politis di kampus (bukan politik praktis lho..) dalam menyalurkan aspirasinya, karena memang tidak diajarkan di bangku kuliah. Di sinilah peran soft skill kita bermain, yang pernah saya singgung di kelas. So, mahasiswa Informatika, ternyata dunia kita tidak hanya berkutat layar monitor, papan keyboard, compile, program, install saja. Ternyata ketika menghadapi masalah seperti tersebut kita tidak bisa menemukan “algoritma” yang tepat dan cara “execution”-nya. Inilah tantangan Anda. Wallahu’alam.

  4. arul berkata:

    Intinya menggugat hal sederhana aja dari dalam diri dulu ….

    buat aktivis bahwa tidak ada kata-kata capek dari seorang aktivis itu yang sekarang kita harus maknai.
    Tidak ada kata-kata menyerah dari seorang pemuda harapan bangsa untuk tetap memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat.
    Refleksi 9 tahun reformasi ini semoga memberikan semangat baru dan semangat heroik kita untuk tetap menjadi seorang agent of change, agent of social control, iron stock, dan moral force.

  5. INDRA PRAMADHITA berkata:

    OK… mungkin demonstrasi adalah menjadi alternatif dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa terhadap birokrasi kmps. Tp ya kita harus mikir-mikir sebelum berdemo…. kan masih ada alternatif lain yang lebih nyaman dan gampang. seperti kritik lewat Milis ato langsung ke portal kampus….

  6. mechiho berkata:

    Hidup Mahasiswa………..
    Wass…………………….

  7. yudha undip berkata:

    berjuta kali turun aksi bagiku satu langkah pasti!!!!

  8. Saya pikir dlm perkembangannya memang perlu adanya pengawasan reformasi…
    Namun bila sY lihat status sy sebagai mahasiswa yang blm memiliki kapasitas politik lebih dalam dlm bidang ini.. dlm ada baiknya perbaikan SDM Indonesia dengan teknologi tepat guna maka dihasilkan generasi unggulan harapan bangsa sehingga beberapa aset bangsa tidak lagi dikuasai asing.Contoh nyata adalah freeport yang sangat merugikan Indonesia..
    Jd dengan belajar tangguh sehingga SDM iNDONESia disiapkan menuju persainga global dan disanalah terlihat siapa yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah teknologi,,,
    keberanian memang diperlukan disamping ilmu yang kuat..
    jng sampai emosi tidak terkendali………

    wass…………………………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s