Kutipan Hadits Palsu yang Sangat Populer di Masyarakat (3)

“Tuntutlah ilmu sekalipun ke negeri Cina.”

Riwayat ini batil. Inidiriwayatkan oleh Ibnu Adi II/207, Abu Naim dalam Akhbar Asbahan II/106, al-Khatib dalam at-Tarikh IX/364 dan sebagainya, yang kesemuanya dengan sanad dari al-Hasan bin Athiyah, dari Abu Atikah bin Salman, dari Anas bin Malik r.a. Kemudian semuanya menambahkan lafazh fa inna thalabal ilmi faridlatun ‘ala kulli muslimin. Ibnu Adi berkata, “Tambahan kata walaw bish Shin kami tidak mengenalinya kecuali hanya datang dari al-Hasan bin Athiyah.” Begitu pula pernyataan al-Khatib dalam kitab Tarikh seperti dikutip Ibnul Muhib dalam al-Fawa’id.

Kelemahan riwayat ini terletak pada Abu Atikah yang telah disepakati muhadditsin sebagai perawi sanad yang sangat dha’if. Bahkan oleh Imam Bukhari dinyatakan munkar riawatnya. Begitu pula jawaban Imam Ahmad bin Hambal ketika ditanya tentang Abu Atikah ini.

Ringkasnya, susunan dari hadits di atas adalah sangat dha’if atau bahkan sampai pada derajat batil. Saya (penulis buku -red) kira kebenaran ada pada ucapan Ibnu Hibban dan Ibnul Jauzi yang berkata bahwa hadits di atas tidak ada sanadnya yang baik atau bahkan dianggap baik sampai derajat dapat dikuatkan atau saling menguatkan antara satu sanad dengan sanad yang lainnya.

Adapun bagian kedua (tambahannya), mungkin dapat dinaikkan derajatnya kepada hadits hasan, seperti yang diutarakan oleh al-Mazi sebab sanadnya banyak yang bersumber pada Anas r.a. Dalam hal ini dari hasil penyelidikan yang saya lakukan, saya telah menemukan delapan sanad yang dapat diandalkan yang kesemuanya bersumber kepada sahabat Rasulullah saw., di antaranya adalah Anas, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud, Ali Abu Said, dan sebagainya. Hingga kini pun saya masih menelitinya hingga saya benar-benar yakin dalam memvonis sahih, hasan ataupun dha’if-nya sanad-sanad tersebut. Wallahu’alam.

Pos ini dipublikasikan di Hadits, Mutiara Hikmah. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kutipan Hadits Palsu yang Sangat Populer di Masyarakat (3)

  1. belejek berkata:

    Hadist Anas Bin Malik Hal. 72 bagaimana? Ada yang menggunakan Hadist tersebut untuk menegaskan keberadaan Isa sebagai Tuhan.. Mohon diluruskan..

    Wassalam Mualaikum..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s