Open Source Sebagai Sumber Topik Penelitian Tugas Akhir

Saya perhatikan beberapa tahun terakhir topik penelitian tugas akhir mahasiswa Teknik Informatika UAD semakin homogen dan membosankan. Sepengetahuan saya topiknya sebagian besar hanya berkutat seputar sistem pakar dan multimedia (profil). Terus terang bagi saya ini merupakan sebuah kondisi yang tidak sehat. Karena terlihat sekali minimnya daya inovasi mahasiswa dalam melakukan penelitian.

Menurut saya beberapa penyebab kondisi di atas adalah sbb:

  • Mahasiswa hanya ingin melakukan penelitian yang mudah saja agar cepat selesai (maklum semesternya udah “melayang”)
  • Selama ini hanya memiliki cakrawala pengetahuan berbasis Windows (padahal kita ketahui sebagian besar untuk berbasis Windows didominasi oleh sistem informasi/database dan sekarang di UAD udah jenuh/dilarang)
  • Minimnya pengetahuan mahasiswa dalam mengeksplorasi software/penelitian di seputar open source.

Oleh karena itu saya sangat menyarankan para mahasiswa yang bakal menjalani penelitian TA, mulai sekarang mulai mengeksplorasi topik seputar open source. Karena bila kita amati dengan jeli banyak sekali topik yang bisa diangkat untuk dijadikan penelitian tugas akhir. Sebagai contoh proyek KDE, GNOME, Ubuntu, Source Forge, di sana banyak sekali penawaran untuk melakukan pengembangan, mulai dari desktop, Internet, games, networking, multimedia, networking, user interface, kernel, security dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari sana kita bisa melihat bahwa peluang mengerjakan penelitian TA di bidang open source sangat banyak, sehingga tidak perlu kesulitan lagi untuk mencari topik penelitian.

Pos ini dipublikasikan di Open Source, Opinion. Tandai permalink.

6 Balasan ke Open Source Sebagai Sumber Topik Penelitian Tugas Akhir

  1. Ping balik: Topik Penelitian Tugas Akhir & Skripsi (1) « Ardiansyah

  2. ibenk berkata:

    gw setuju ma pendapat km, rata2 mahasiswa skarang cuma pengen cari penelitian yang mudah agar cepatt lulus tp kurang berkualitas bahkan masih banyak yang buat ta atau skripsi dibuatin orla, apa nda malu-maluin tu namanya. ok kira cukup ne aj ok,,,,sukses bro

  3. Aparat berkata:

    Sbenarnya kita butuh contoh kok bos.
    Bos kan skarang seneng banget jualan produk under windows.
    Gimana anak-anak mau nglirik OpenSource klo dedengkotnya open source UAD dulu, skarang mainannya jualan produk windows mulu. Didelegasikan aja lah tuh bisnis.
    Gimana mau semangat & terpacu anak-anak klo gini !?
    Opensource memang luas dan ngga’ cuma linux. Tapi image mahasiswa, opensource itu linux.
    Anjuran, paksaan dan dorongan utk belajar open source tidak bisa sukses klo yg nyuruh, sering pesimis di depan mahasiswanya tentang linux dan melarikan diri ke Windows.
    Total dong bos di opensource & linuxnya.

  4. Ardiansyah berkata:

    # Aparat
    Siapa pun mas, sy sangat hargai pendapat Anda. Bila mas “orang lama” yang mengenal saya di komunitas open source pasti tahu bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa saya “terkotak-kotak” dengan mahzab open source/linux atau windows. Bagi saya pribadi keduanya adalah alat dan tools yang harus kita pelajari, kembangkan dan manfaatkan seluas-luasnya sesuai kebutuhan. Ah, saya paham mas pasti tahu maksud saya kan🙂

  5. Den Mas berkata:

    yang pertama, saya bisa memahami arah tulisan ini, tentang kejenuhan dan sebagainya. tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa s1 tetap s1, tidak lebih. boleh lah berapologi tentang project2 open source dan sebagainya, sah2 saja. tapi ingat, kondisi akademis UAD masih belum mendukung. Lagian, siapa dosen UAD yang memang concern terhadap pengembangan software? MyFamily accounting pun programmernya juga mahasiswa, meskipun ‘bos’ nya adalah dosen.
    Makanya, ketika berharap lebih terhadap para mahasiswa, kenapa dosen tidak berkaca dulu? Hal baik, dimulai dari diri sendiri, termasuk tentang TA yang open source tadi. Dalam hal ini saya sepakat dengan saudara aparat🙂

    yang kedua, teknologi itu harusnya small thing works miracle. Apapun teknologinya, selama bisa membuatnya works miracle, that’s ok. jadi jangan dilihat teknologinya, tapi lihat manfaatnya. Ingat, riset2 kecil dalam pengembangan software kesehatan. teknologinya sederhana, tapi works miracle. MyFamily Accounting sendiri pun saya pikir memiliki prinsip yang sama. So, kenapa dipermasalahkan tentang teknologi database tadi? Toh tidak melenceng dari disiplin akademik OODB? Justru aneh kalau dilarang.

    yang ketiga, teknologi itu menjadi sederhana kalau kita tahu cara kerjanya. Apa sih yang hebat dari teknologi desktop, Internet, games, networking, multimedia, networking, user interface, kernel, security berbasis KDE, GNOME, maupun project di sourceforge.net itu jika kita tahu teknologinya? biasa saja, tidak ada yang istimewa, sama tidak istimewanya dengan sistem informasi database tadi. jadi apakah teknologi itu nanti akan dilarang juga jika sudah jenuh? that’s a matter right?

    let’s get down to the earth. technology is just a technology. look at facebook, it’s not about technology, but how it works miracle🙂

    salam dari mahasiswa pertama bimbingan pak ardi

  6. Ping balik: SMALL THING WORKS MIRACLE « Blog Kanggo GaweAnu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s