Software Dalam Berbagai Perspektif

Software telah menjadi bagian hidup manusia yang tak terpisahkan. Selain menjadi komoditi bisnis yang sangat besar, software bila dilihat dari sisi fungsi dan perannya ternyata memiliki berbagai perspektif yang berbeda-beda bagi orang/kalangan yang berbeda pula. Sengaja pada tulisan ini saya mengangkat tema di atas, untuk memberikan semacam pencerahan terutama bagi orang-orang yang sehari-hari bergelut dengan software.

  • Bagi end user, software merupakan alat bantu yang dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan/tugas mereka. Bagi seorang sekretaris dan penganalisa data, keberadaan software pengeolah kata, spreadsheet sangat penting bagi mereka. Begitu juga seorang desainer grafis, software pengolah gambar dan animasi/desain sangat vital bagi kelangsungan pekerjaan mereka. Di sini dapat kita lihat, apa pun platform dan pembuat software tersebut tidaklah penting bagi mereka. Yang terpenting, software tersebut bisa digunakan dengan mudah dan dapat menyelesaikan pekerjaan mereka

  •  

    Bagi pebisnis, software mereka anggap sebagai komoditi yang bisa dijual, selama  produk tersebut laku di pasaran dan pangsa pasarnya jelas dan terukur. Sehingga apa pun platform software tersebut, misalnya closed/open source tidak akan menjadi masalah, selama bisa dijual dan menguntungkan.

  • Bagi akademisi (mahasiswa, dosen, peneliti), software memiliki banyak sekali fungsi. Bisa saja software dijadikan sebagai perangkat untuk mengerjakan tugas sehari-hari, dan khususnya di program studi di bidang TI, software dapat dijadikan penelitian untuk membuat software baru, atau meningkatkan kemampuan software yang sudah ada. Di sini platform software tersebut menjadi penting, karena berkaitan dengan kemudahan akses terhadap kode sumber (source code), support system, knowledge resource, dll. Pada sudut pandang inilah kebanyakan terjadi kelompok-kelompok pecinta software/platform tertentu, misalnya MUGI, KSL, KPLI, dsb. Bahasa sehari-hari mereka sangat kental dengan istilah teknis, sehingga terkadang terbawa-bawa bila berkomunikasi dengan end user.

Pos ini dipublikasikan di Education, Open Source, Opinion, Software. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s