E-Government in Action

egov.jpg

Oleh : Dr. Richardus Eko Indrajit, Dudy Rudianto, Akbar Zainuddin

A. PEMBAYARAN PAJAK SECARA ONLINE DI CALIFORNIA

Sebelum melaksanakan inisiatif e-Government secara luas, Dinas Perpajakan California, Franchise Tax Board (FTB) sebenarnya sudah meletakkan beberapa dasar penting dengan mengaplikasikan beberapa proses pembayaran pajak melalui proses elektronik. Tahun 1993, FTB membangun Electronic Fund Transfer, yang bisa digunakan oleh pembayar pajak melalui transfer rekening, membangun website (1996), dan yang paling majua adalah membangun “e-pay”, sistem di mana FTB bisa melakukan debit atas rekening pembayar pajak, yaitu pada tahun 1999. Namun demikian, seiring dengan berbagai perkembangan, dirasakan perlunya inisiatif e-Government sebagai usaha untuk memberkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. E-Government berarti menggunakan teknologi, kemampuan, dan jaringan yang dimiliki secara maksimal. Inisiatif ini setidaknya didorong oleh tiga hal (Connel, 2000):

  • Pertama adalah ekspektasi yang semakin besar dari customer Dinas Perpajakan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Customer ini bisa terdiri dari pembayar pajak individual, organisasi, konsultan perpajakan, dan lain-lain. Ditambah dengan semakinintensifnya penggunaan Internet di kalangan masyarakat, mereka semakin berharap bisa mendapatkan pelayanan pajak yang mudah lewat komputer mereka.

  • Kedua adalah semakin meluasnya inisiatif e-Governmetn secara nasional di California di berbagai departemen pemerintahan. Penerapan e-Government secara lokal untuk mengantisipasi diberlakukannya e-Government secara nasional.

  • Ketiga adalah kompetisi global yang semakin kuat. Kehadiran teknologi Internet menjadikan lahan persaingan tidak hanya antarnegara bagian di Amerika Serikat, tetapi sudah mencakup persaingan global. Penerapan e-Government diharapkan memperkuat daya saing California secara umum dalam kancah global.

Penetapan Tujuan dan Target

Untuk memudahkan proses pelaksanaan. Dinas Perpajakan California (FTB) menetapkan tujuan dan target yang harus dipenuhi dalam hubungannya denganpelaksanaan e-Government. Ada dua tujuan besar yang dijabarkan dalam beberapa target secara lebih detil.

Tujuan pertama, menyediakan layanan online untuk customer (pembayar pajak individu, perusahaan) dan konsultan perpajakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa target telah ditetapkan:

  • Menyediakan formulir aplikasi secara online. Formulir ini bisa diisi oleh customer secara online dan diproses juga secara online. Beberapa formulir pajak sebelumnya sudah bisa di-download, tetapi untuk e-Government, semua formulir pajak bisa diisi dan di-download untuk diproses secara online.

  • Memberkan pengalaman menarik dalam pemrosesan pajak secara online. Tidak mudah untuk menyajikan kenyamanan dan kemudahan kepada pembayar pajak secara online. Namun demikian, portal pajak dibangun dengan kemudahan bagi konsumen untuk penggunannya, dan berdasar pada kepentingan dan manfaat yang akan mereka peroleh.

  • Menyediakan akses iformasi dan komunikasi secara online sehingga memudahkan pembayar pajak untuk berkonsultasi dan bertanya jika perlu.

  • Penyediaan proses transaksi pembayaran pajak secara online. Dengan demikian pembayar pajak bisa melakukan transaksi di depan komputer mereka di manapun dan kapan pun mereka berada.

  • Mengirikan informasi kepada pembayar pajak secara online melalui email dan newsletter yang dikirim secara rutin.

Inisiatif sudah mulai dijalankan dalam upaya mencapai target di atas, di antaranya adalah :

  • Membangun konsep email yang aman, dengan otorisasi tandatangan digital kepada dan untuk pembayar pajak.

  • Membuat aplikasi yang memungkinkan semua formulir pajak bisa diakses lewat website.

  • Melayani permintaan secara online untuk berlangganan pembayaran pajak secara otomatis.

  • Pemberian PIN (Personal Identification Number) sebagai password untuk otentifikasi pembayaran online. PIN ini telah diberikan kepada sekitar 4-5 juta pembayar pajak. Setiap permohonan PIN akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu.

Tujuan kedua, bagaimana menggunakan teknologi yang sesuai untuk mengubah cara berbisnis secara internal, dan dengan supplier. Secara detil, tujuan tersebut dibagi menjadi beberapa target pelaksanaan:

  • Menyediakan berbagai formulir internal, panduan, dan publikasi secara online. Staf Dinas Pajak bisa melihat berbagai informasi dan panduan secara online sehingga meningkatkan kualitas dan kemampuan kerja mereka.

  • Penyediaan intranet yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pekerja. Personalisasi dilakukan sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka miliki.

  • Pelaksanaan proses administrasi secara internal dilakukan secara online, termasuk dengan supplier.

  • Sistem aplikasi yang memungkinkan informasi, saran, dan umpan balik dari pambayar pajak diterima langsung oleh staf yang bersangkutan sesuai bidangnya. Hal ini untuk mempercepat wkatu respon yang diberikan dalam rangka pelayanan kepada konsumen.

Beberapa inisiatif yang sudah dijalankan untuk mencapai target-target tersebut adalah:

  • Menyediakan akses intranet untuk seluruh formulir, panduan dan informasi internal. Semua staf mempunyai akses informasi yang sama dan memadai.

  • Membangun sistem aplikasi di mana pross kerja internal bisa dilakukan secara elektronis. Dengan proses kerja yang bisa dilakukan secara elektronis akan mempercepat proses kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan.

  • Partisipasi dalam pengembangan sistem di California secara keseluruhan. Karena inisiatif e-Government terkait dengan berbagai departemen dan biro pemerintahan yang lain, penyamaan platform, standar dan teknologi mutlak diperlukan.

  • Membantun database kepegawaian yang bisa diintegrasikan ke dalam sistem kepegawaian secara nasional

  • Mengembangkan sistem pelatihan, perijinan, dan pendanaan secara online

STRATEGI MENUJU KESUKSESAN IMPLEMENTASI

Karena penerapan e-Government membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, pelaksanaannya memerlukan strategi yang terkelola dengan baik. Secara internal, e-Government perlu didukung oleh infrastruktur dan sumber daya yang kuat, dan secara eksternal, perlu partisipasi dan masyarakat secara penuh. Beberapa strategi yang diterapkan Dinas Perpajakan California (FTB) dalam melaksanakan e-Government adalah sebagai berikut :

Pertama, membangun kepercayaan publik yang dilakukan dengan beberapa hal, yaitu :

  • Privacy dari pembayar pajak dijaga secara ketat. Penggunaan informasi yang berhubungan dengan mereka diatur dalam aturan yang pasti. Penyalahgunaan terhadap privacy akan mendapatkan hukuman yang berat.

  • Aspek kedua yang erat hubungannya adalah masalah keamanan data. Tidak bisa dipungkiri, keamaman data menjadi isu yang paling sensitif dalam hal ini. Dalam hal keamanan data, dibuat berbagai aplikasi berlapis agar tidak terjadi kebocoran.

  • Prinsip otentifikasi dengan memberkan password dan Personal Identification Number (PIN) sebagai alat transaksi.

Kedua, memeperluas kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya :

  • Kerjasama dengan pihak-pihak swasta, terutama yang berhubugnan dengan teknologi informasi.

  • Kerjasama dengan berbagai departemen dan organisasi pemerintah untuk menjamin bahwa standar yang mereka bangun bisa saling terintegrasi antara satu dengan yang lain.

  • Kerjasama pembangunan sistem informasi secara nasional. Hal ini terkati dengan program e-Government secara nasional.

Ketiga, penerapan e-Government harus terpusat pada kepentingan pelanggan. Pelanggan dalam hal ini adalah pembayar pajak – baik individu maupun organisasi – dan berbagai organisasi yang bergerak dalam bidan konsultasi perpajakan. Dua hal yang dilakukan adalah :

  • Pemberian layanan pelanggan yang disesuaikan dengan manfaat dan dalam upaya memberkan kemudahan bagi pelanggan.

  • Karena struktus di masyarakat masih terdapat kalangan yang belum mempunyai akses terhadap internet, bersama-sama dengan berbagai organisasi pemerintah dan swasta mealakukan berbagai usaha untuk mengatasi kesenjangan digital. Usaha-usaha itu terutama dalam bidang pendidikan danpembangunan infrastruktur. Karena bagaimanapun, tanpa akses internet yang memadai, akan sulit untuk mengharapkan e-Government bisa dinikmati oleh seluruh kalagnan.

Keempat, membangun kapasitas organisasi agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan. Ada dua poin penting dalam hal ini.

  • Penyediaan infrastuktur yang memadai, yang dalam hal ini infrastruktur telekomunikasi, hukum, dan juga sistem aplikasi. Adanya infrastruktur yang kuat akan menjadi dasar untuk memudahkan proses implementasi lebih lanjut.

  • Peningkatan kualitas sumber daya staf dengan mengadakan berbagai pelatihan dan peningkatan kemampuan mereka. Staf yang terlatih sama pentingnya dengan sistem aplikasi itu sendiri. Pelayanan yang berkualitas akan datang dari sistem aplikasi yang baik yang ditunjang oleh staf yang terlatih.

ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam pembangunan sistem informasi untuk e-Government, beberapa hal perlu diperhatikan:

  • Masalah platform yang bisa dioperasikan pada berbagai aplikasi. Standar umum semua aplikasi akan berbasis web, dan semua aplikasi dari seluruh departemen dan bagian akan dijalankan di sana. Karena itu perlu dipastikan bahwa semua aplikasi ini bisa dijalankan dan terkait antara satu dengan yang lain.

  • Keamanan data menggunakan firewall pada berbagai aplikasi dan juga enkripsi SSL (Secure Socket Layer) 128 bit yang saat ini sudah terbukti cukup baik untuk menjaga keamanan data.

  • Standar aplikasi perlu ditetapkan pada level nasional agar internaksi dan pertukaran data bisa berjalan dengan baik.

  • Penggunaan sistem pembayaran online yang beragam, bisa melalui kartu kredit, ataupun transfer bank, bisa juga melalui debit otomatis.

  • Kebutuhan teknologi yang diperlukan. Ada beberapa level di dalam perencanaan proyek e-Government yang membutuhkan teknologi yang berbeda-beda pada setiap levelnya:

  • Level 1 : kemampuan untuk publikasi secara online. Lebih banyak hanya sekedar memberikan informasi.

  • Level 2 : adanya interaksi dari pelanggan, dengan menambahkan berbagai fasilitas yang memungkinkan pelanggan menghubungi dan berkomunikasi secara online.

  • Level 3 : fasilitas transaksi dari pelanggan di mana mereka sudah bisa melakukan berbagai proses transaksi pembayaran secara online.

  • Level 4 : integrasi penuh secara online, dengan melibatkan seluruh proses kerja internal dan penyediaan seluruh layanan secara online.

  • Terakhir adalah karena e-Government akan dilaksanakan secara nasional, perlu melakukan koordinasi dengan berbagai departemen dan biro pemerintahan lain agar aplikasinya bisa terhubung dan terintegrasi secara baik.

 

B. PENGEMBANGAN KARTU IDENTITAS ELEKTRONIK NEGARA ITALIA

Salah satu faktor penting dalam penerapan e-Government adalah adanya satu identitas nasional bagi seluruh masyarakat yang bisa dipergunakan untuk berbagai kepentingan. Identitas tunggal bagi setiap penduduk ini akan memudahkan berbagai pihak dalam mendapatkan layanan pemerintah. Di Italia, kartu identitas nasional ini dinamakan Electronic Identity Card (EIC). EIC ini mempunyai dua fungsi penting. Pertama, sebagai bukti bahwa ia adalah penduduk Italia yang sah, dan kedua sebagai akses untuk mendapatkan berbagai pelayanan pemerintahan secara online.

Kartu Identitas Nasional ini secara fisik terbagi dua, pertama adalah laser band, yaitu fisik kartu semacam kartu kredit biasa yang memuat data-data kependudukan, foto dan dilengkapi dengan tanda tangan dan bisa juga ditambah cap jari tangan. Satunya lagi adalah microchip yang berisi data-data digital yang akan dipakai sebagai identitas nasional untuk menggunakan semua layanan pemerintah secara online, baik di level pusat maupun daerah. Tantangan utama dari pelaksanaan embuatan EIC adalah bagaimana menyesuaikan dengan aturan dan regulasi yang diatur oleh AIPA, departemen yang ditunjuk pemerintah untuk mengurusi seluruh administrasi penduduk.

Ada beberapa regulasi dan aturan yang harus diikuti dalam hal ini :

  1. EIC harus berupa nomor unik yang dimiliki oleh setiap orang untuk didaftarkan pada badan kependudukan nasional. Nomor unik ini untuk menjamin satu identitas tidak bisa ditiru atau dipalsukan oleh orang lain.

  2. Bisa dipakai untuk menggunakan layanan lebih dari 8000 badan pemerintah pusat dan lokal, dalam hal ini microchip yang digunakan harus sesuai dengan karakter layanan pemerintah yang selama ini ada.

  3. Sesuai dengan perencanaan stragetis pemerintah secara keseluruhan mengenai pengembangan e-Government, karena EIC ini hanyalah satu bagian dari strategi pengembangan e-Government secara keseluruhan.

  4. Desain fisik yang baik dan mempunyai interoperabilitas dengan berbagai layanan pemerintahan. Persyaratan ini diperlukan karena memang akan dipakai sebagai kartu akases terhadap semua layanan pemerintah.

  5. Aspek keamanan utnuk mencegah kerugian yang tidak diinginkan oleh penduduk. Masing-masing penduduk mempunyai satu nomor identitas unik yang dilengkapi dengan password untuk mencegah terjadinya pemalsuan ataupun pemakaian kartu oleh orang yang tidak berhak.

PIHAK-PIHAK YANG BERPERAN

Banyak pihak yang berperan dalam pelaksanaan pendataan EIC ini, diantaranya adalah.

  • Kementerian terkait, dalam hal ini beberapa badan dalam kementerian dalam negeri yang mengurusi masalah administrasi dan teknologi informasi.

  • Town Hall adalah pelaksana keseluruhan dari proyek ECI ini.

  • Penyedia kartu plastik yang memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditentukan.

  • Penyedia microchip untuk menyimpan data-data digital dari seluruh penduduk dan juga sebagai sertifikat digital yang bisa dipakai untuk mendapatkan layanan e-Government.

  • Penyedia layanan, dalam hal ini semua badan-badan pemerintah baik lokal maupun pusat yang memberikan layanan secara online kepada masyarakat.

PROSES PELAKSANAAN

Tahapan dalam proses pelaksanaan pembuatan EIC utnuk penduduk Italia adalah sebagai berikut:

Pertama, persiapan pembuatan kartu secara fisik, dalam hal ini menentukan vendor untuk kartu plastik dan microchip yang sesuai dan bisa dipergunakan untuk mendapatkan layanan daripemerintah yang selama ini ada. Proses ini tidak terlalu rumit karena cukup banyak penyedia produk dan layanan yang ada.

Kedua, pengaktifan kartu. Kartu-kartu yang sudah ada mulai dicetak dan diisi dengan data-data digital yang disesuaikan dengan badan kependudukan nasional dan badan-badan pemerintah yang menyelenggarakan layanan secara online. Data-data digital ini masih kosong, dan nantinya akan dicocokkan dengan data personal masing-masing penduduk.

Ketiga, pencetakan dan penyebaran. Untuk memudahkan penduduk, maka pendaftaran perolehan EIC ini tidak dilakukan di pemerintah pusat, tetapi diserahkan kepada pemerintah daerah. Karena pada pemeintah daerah sudah terdapat standarisasi dalam format informasi, maka proses pendaftaran oleh penduduk tidaklah terlalu menyulitkan. Gambaran proses pendaftaran adalah sebagai berikut :

  • Penduduk mendatangi kantor-kantor pemeintah lokal untuk melakukan proses pendaftaran

  • Penduduk membawa bukti-bukti identitas fisik yang selama ini telah dikeluarkan oleh pemerintah lokal sebagai bukti kependudukan.

  • Setelah data-data personal diterima, dilanjutkan dengan foto dan tanda tangan untuk selanjutnya dicetak dalam kartu plastik.

  • Kartu siap digunakan, disretai dengan PIN, dan sertifikat digital yang akan jadi identitas untuk penggunaan semua layanan masyarakat secara online.

KARTU IDENTITAS DAN NILAI TAMBAH

Penerapan EIC sekarang ini prosesnya masih berjalan, sehingga masyarakat Italia masih mempunyai dua kartu identitas dengan yang tradisional yang sudah ada sebelumnya. Diharapkan pada tahun 2008 semua masyarakat Italia sudah mempunyai EIC. Kesuksesan penerapan EIC di Italia bukanlah perkara mudah dan terjadi begitu saja. Salah satu yang memudahkan adalah identitas layanan e-Government pada berbagai sektor yang sudah tinggi di masyarakat sehingga memudahkan identifikasi dan penyesuaian yang diperlukan.

Juga adanya standarisasi dari berbagai aplikasi sistem informasi baik pada pemerintah pusat maupun daerah yang memudahkan penerbitan kartu dan sertifikat digital yang bisa dipakai di seluruh negara. Tanpa adanya standarisasi, akan menyulitkan pemakaian satu identitas untuk seluruh negara. Di sini, faktor interoperabilitas antaraplikasi menjadi sangat penting. Interoperabilitas memungkinkan pertukaran informasi dan pembacaan data yang seragam.

Faktor lain yang juga membantu adalah teknologi keamanan pada sertifikat digital yang cukup canggih sehingga memungkinkan penduduk merasa aman dan nyaman dalam proses pemakaian kartu tersebut. Tanpa adanya keamanan data yang memadai, partisipasi penduduk tidak bisa diharapkan terlalu besar. Secara fisik ECI didesain tidak menunjukkan data-data lengkap seseorang, sehingga jika hilang atau digunakan orang lain tidak bisa dipakai secara lebih luas. Data-data itu tersimpan di dalam bank data pemerintah yang hanya bisa diakses oleh yang berwenang. EIC juga didukung oleh kesiapan pegawai dari pemerintah lokal untuk melaksanakan e-Government secara nasional. Kesiapan pegawai lokal ini diperlukan mengingat yang melaksanakan proses pendataan ini adalah pegawai lokal, walaupun data-data yang diberkan langsung masuk dalam sistem kependudukan nasional.

Dan terakhir, penerbitan EIC dirasakan mempunyai nilai tambah dengan banyaknya layanan pemerintah secara online pada hampir semua sektor. Jadi kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai kartu identitas, tetapi juga sebagai tanda masuk untuk mendapatkan layanan pemerintah secara online. Adanya nilai tambah semacam inilah yang menambah partisipasi masyarakat untuk menggunakan kartu ini secara maksimal.

 

C. PORTAL CANGGIH LAYANAN ONLINE DI KOTA BREMEN

Pemerintah kota Bremen membangun portal Bremen-Online-Service sebagai portal informasi dan transaksi layanan pemerintah untuk masyarakat Bremen. Tidak sekedar portal informasi, dengan teknololgi keamanan dan enkripsi yang semakin maju memungkinkan masyarakat umum dan bisnis melakukan berbagia transaksi elektronik melalui portal ini. Selain itu, teknologi tanda tangan digital juga memungkinkan proses aplikasi dan transaksi dokumen bisa berlangsung secara online. Layanan online di Bremen ini merpakan salah satu yang berkembang baik di Eropa. Tidak heran beberapa penghargaan telah didapatkan, misalnya “TeleTrust Innovation Prize” tahun 2001, “Best Practice Label” di Uni Eropa tahun 2003, dan juga mendapatkan penghargaan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Eropa pada kategori “The Role of e-Government for European Competitiveness”.

Inisiatif pengembangan Bremer-Online-Service ini dimulai pada tahun 1999 saat Senat kota Bremen memutuskan untuk membangun layanan informasi dan transaksi yang bisa diakses secara online. Keonsep dari layanan ini adalah “Penyediaan layanan yang berorientasi kepada konsumen melalui integrasi berbagai layanan elektronik kepada masyarakat umum dan kalangan bisnis”.

Pemerintah kota kemudian membentuk perusahaan utnuk merealisasikan konsep ini dan berdirilah GmbH & Co. KG. Perusahaan inilah yang kemudian membangun rencana aksi, master plan, sekaligus bertanggung jawab terhadap pengembangan portal. Secara berkala perusahaan ini juga melakukan kampanye dan promosi secara intensif untuk proses sosialisasi layanan ini kepada masyarakat luas.

 

PROSES PENGEMBANGAN

Untuk membangun portal yang bisa melakukan berbagai layanan dan transaksi online, ada dua sisi penting yang harus diperhatikan. Pertama dari sisi pengguna adalah bagaimana menciptakan sistem yang aman dan identitas digital yang bisa digunakan untuk mengakses semua layanan. Sementara di sisi lain adalah pengembangan konten dan integrasi berbagai aplikasi yang akan disediakan secara online. Faktor lain yang juga diperlukan adalah proses pembayaran untuk transaksi online. Karena itu layanan ini mengintegrasikan antara Home Banking Computer Interface Standard (HBCI) dengan Online Service Computer Interface Standard (OSCI). Integrasi ini memungkinkan bebagai pembayaran transaksi dilakukan secara online. Secara umum ada tiga tahapan besar pelaksanaan proyek pengembangan portal ini, yaitu:

 

Pertama, pembuatan dan penyebaran fasilitas akses yang aman. Pembuatan kartu identitas elektronik yang berlaku sebagai identitas nasional adalah salah satu kunci utama agar pelayanan individual secara online bisa dilaksanakan. Kartu identitas elektronik tidak hanya berfungsi sebagai kartu pengenal, tetapi juga dilengkapi tanda tangan digital untuk proses otentifikasi dan otorisasi. Kartu identitas elektronik ini dicetak dalam format kartu kredit biasa dan pemakaiannya juga memerlukan mesin otorisasi sebagaimana pemakaian kartu kredit. untuk mempermudah proses transaksi, mesin otorisasi ini dibuat dengan desain yang kompak dan kecil sehingga bisa dipakai dari rumah. Infrastruktur otorisasi ini juga disebarluaskan pada berbagai tempat umum untuk memperbanyak akses dan memberikan pengalaman yang lebih banyak kepada masyarkat dalam proses penggunaannya.

Kartu identitas elektronik dan tanda tangan digital ini mempunyai banyak sekali fungsi dalam pelaksanaan e-Government :

  • Sebagai identitas pribadi dan akses masuk untuk mendapatkan layanan pemerintah yang disediakan secara online. Setiap pribadi mempunyai identitas unik yang dilengkapi password sehingga sulit dipalsukan orang lain.

  • Tanda tangan digital berfungsi juga sebagai password untuk proses enkripsi dokumen. Dokumen yang dikirimkan hanya bisa diakses oleh orang yang dituju lewat tanda tangan digital. Artinya, walaupun suatu dokumen bisa di-download oleh orang lain, tetapi tidak akan bisa dibaca tanpa adanya tanda tangan digital dari orang yang berwenang membukanya.

Kedua, standarisasi platform menjadi salah satu tantangan lain yang harus diselesaikan. Standarisasi ini diperlukan untuk memungkinkan terjadinya komunikasi dan integrasi antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain. Standarisasi juga akan memudahkan dalam proses pengembangan aplikasi sesuai dengan dinamika yang berkembang. Yang dilakukan pertama kali adalah melakukan standarisasi untuk Online Service Customer Interface (OSCI), dan penyesuaian aplikasi lokal maupun nasinal dengan standar tersebut. Setelah itu pengembangan lain yang dilakukan adalah aplikasi untuk pembayaran dengan berbagai metode.

Pada tahun 2001, standar OSCI kemudian diintegrasikan dengan software Governikus, sebuah piranti lunak aplikasi untuk transaksi online, yang memungkinkan adanya enkripsi dan tanda tangan digital. Perkembangan Governikus juga cukup cepat, dengan penambahan berbagai fitur yang semakin banyak:

  • Enkripsi untuk tanda tangan digital

  • Fasilitas pembayaran secara online

  • Virus scanning

  • Mendukung aplikasi untuk public key infrastructure (PKI)

Ketiga, pembangunan aplikasi dan personalisasi untuk masyarakat. Seiring dengan pengembangan pada aspek keamanan dan identitas pengguna, aplikas-aplikasi yang akan diberikan secara online juga mulai dibangun. Pembangunan aplikasi ini tentu saja melibatkan pemerintah dan berbagai divisinya karena merekalah yang akan menjalankan prses bisnisnya. Layanan dalam Bremen Online Service dikembangkan melalui konsep life situation, di mana pemerintah mengidentikasi semua kebutuhan yang diperlukan sepanjang kehidupan keseharian masyarakat Bremen. Masyarakat bisa mengakses layanan dan memilih layanan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan ataupun kesenangannya.

Konsep life situation adalah bagaimana pemerintah melihat kebutuhan masing-masing orang yang berbeda-beda sesuai dengan umur, status, dan hubungannya dengan aktiviats bisnis dan sosial. Dari situ masyarkat bisa mengakses segala layanan pemerintah sesuai dengan kebutuhan pribadi dan keluarganya. Layanan online service yang diberikan cukup luas, mulai dari perijinan, pembayaran pajak, pengajuan berbagai aplikasi, bahkan hingga pembalian tiket untuk menonton pertandingan sepak bola kesebelasan Werder Bremen. Hingga Mei tahun 2003, terdapat lebih dari 100 layanan yang bisa diakses secara online.

POTENSI EKONOMI DARI E-GOVERNMENT

Layanan e-Governmetn di kota Bremen menghasilkan beberapa potensi ekonomi yang cukup besar. Pertama adlah efisiensi dari staf dan pegawai pemerintahan. Adanya layanan online memungkinkan kerja-kerja administratif yang selama ini dilakukan oleh orang menjadi berkurang. Staf dan pegawai pemerintahan pada akhirnya tidak lagi disibukkan untuk menjalankan kerja-kerja administratif, tetapi lebih difungsikan menjadi petugas customer service yang melayani berbagai pertanyaan masyarakat tentang layanan pemerintah ataupun cara mendapatkan layanan secara online. Potensi lain dari pengembangan e-Government adalah adanya tambahan pendapatan dari komisi dan juga fee transaksi di website.

Potensi keuntungan terbesar ada pada pertumbuhan bisnis dan ekonomi yang semakin maju karena kemudahan dalam proses administrasi dan transparansi dalam pengelolaan dan kebijakan pemerintah. Kalangan bisnis akan dengan suka rela berpartisipasi secara aktif untuk mendapatkan layanan pemerintah melalui e-Governmetn. Namun demikian, sebelum layanan ini diberikan secara online, perlu adanya pergantian prosedur dan sistem pengelolaannya dalam pemerintahan. Bagaimanapun pengelolaan layanan lewat online mempunyai banyak perbedaan dibandingkan sistem pelayanan tradisional.

 

D. SOLUSI PEMERINTAH INGGRIS MEMBANGUN KERANGKA INTEROPERABILITAS

Pelaksanaan e-Government membutuhkan keterikatan kerja antardeparteman pemerintahan dan semua sektor yang tergabung di dalamnha. Keterikatan kerja membutuhkan sistem informasi yang bisa saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Karena itulah pemerintah Inggris kemudian membentuk apa yang disebut sebagai e-Government Interoperability Framework (GIF) yang mengatur standar kebijakan prosedur dan sistem informasi untuk menjamin aliran informasi antardepartemen pemerintahan dan dengan dunia luar berjalan dengan lancar (McCartney, 2000). Ruang lingkup GIF meliputi kemampuan operasional antarsistem dalam satu departemen dan hubungan dengan departemen atau organisasi lain, yaitu:

  • Sistem dalam satu departemen dengan departemen lain;

  • Pemerintah Inggris dengan masyarakat secara luas;

  • Pemerintah Inggris dengan pemerintah asing;

  • Pemerintah Inggris dengan kalangan bisnis; dan

  • Pemerintah Inggris dengan warga negara.

Ada tiga bagian besar aturan yang diatur dalam GIF. Tiga bagian itu adalah standar dan kebijakan strategis penerapan skema XML sebagai bahasa standar, dan proses pengelolaan.

PERTAMA: STANDAR DAN KEBIJAKAN

Terdapat tiga area teknis yang tercakup dalam standar dan kebijakan ini, yaitu interkonektivitas, integrasi data, dan akses informasi. Interkoneksivitas menyangkut bagaimana aturan tentang jaringan dan operasional antaraplikasi, integrasi data mengatur tentang proses pertukaran dan integrasi data secara nasional, sedangkan akses informasi yang tercakup dalam interkonektivitas meliputi jaringan, keamanan jaringan, email, domain, transfer file, dan lain-lain. Data di bawah bisa menggambarkan aturan ini secara lebih detil.

Table 1. Standards and specification for interconnectivity

Hypertext transfer protocols

HTTP v1.1 (RFC-2068) Hypertext standars include online wide-area publishing services

Sumber: McCartney, 2000

Untuk integrasi data, pemerintah Inggris menggunakan XML sebagai standar acuan. Penggunaan XML ini juga sesuai dengan rekomendasi dari organisasi World Wide Web (W3C), yang akan menjadikan integrasi data dengan berbagai pihak menjadi lebih mudah.

Table 2. Standards and specifications for data integration

Meta data/Meta language

XML (Extensible Markup Language) as defined by W3C http://www.w3.org/xml

Sumber: McCartney, 2000

Untuk kebijakan terhadap akses informasi, beberapa aturan dasarnya adalah:

  • Semua informasi didesain sedemikian rupa sehingga bisa diakses lewat berbagai browser yang umum dipakai masyarakat.

  • Sistem informasi pemerintahan didesain untuk bisa diakses lewat Internet.

  • Sistem informasi pemerintahan didesain dengan sistem keamanan yang ketat, termasuk penjagaan terhadap informasi yang di-download bukan oleh ahlinya.

Secara detil, standar akses yang ditetapkan adalah seperti di bawah ini:

Table 3. The UK Government standards and specification for information access, browser and viewers

Component

Standard

Sumber: McCartney, 2000

KEDUA: PENGGUNAAN BAHASA STANDAR

Penerapan XML (Extensible Mark-up Language) dan XSL (Extensible Stylesheet Language) sebagai bahasa standar akan menjadi batu landasan bagi strategi integrasi dan pertukaran data. Namun demikian, koneksi antaraplikasi juga membutuhkan skema dan standar yang sama tentang data yang akan dipertukarkan. Standar penulisan data karenanya menjadi mutlak, di mana hal ini diketahui dan dipahami bersama baik oleh pemerintah maupun kalangan masyarakat. Untuk memudahkan proses standarisasi bisa dijalankan oleh semua pihak. Pemerintah Inggris membangun website berisi informasi, tanya jawab, contoh-contoh pelaksanaan, dan berbagai contoh kasus. Dalam website yang beralamat di www.govtalk.gov.uk ini juga terdapat informasi mengenai penerapan XML dalam setiap aplikasi yang dibangun.

KETIGA: PROSES PENGELOLAAN

Proses pengelolaan mencakup pembagian tugas dan tanggung jawab, dan yang juga penting adalah manajemen perubahan. Tugas pemerintah adalah menjadi koordinator utama untuk melihat bagaimana proses setiap aplikasi bisa saling beroperasi dengan baik dan menjamin bahwa integrasi data, dan pembangunan semua aplikasi yang berhubungan dengan e-Government berjalan dengan lancar. Untuk kalangan industri, tugasnya adalah memberikan masukan kepada pemerintah tentang apa dan bagaimana sistem informasi pada setiap industri sertapemanfaatannya untuk kepentingan nasional. Kalangan indsutri juga berperan untuk bersama-sama pemerintah mengembangkan standar nasional untuk berbagai aplikasi yang dibutuhkan. Karena e-Government bertujuan untuk mengembangkan layanan pemerintah secara lebih baik kepada masyarakat, masyarakat berhak untuk mengajukan usulan, komentar, dan kritik terhadap aplikasi yang sedang berjalan. Dengan demikian sistem informasi yang diimplementasikan akan berorientasi pada kepentingan publik yang lebih besar.

Yang terakhir adalah mengenai manajemen perubahan. Dalam hal ini perkembangan teknologi internet akan mengubah pola kerja pegawai pemerintah, dan cara masyarakat mendapatkan layanan. Oleh karena itu diperlukan adanya manajemen perubahan terhadap cara kerja pegawai. Jika sebelumnya pelayanan fisik hanya dilayani pada jam kerja, misalnya, perlu dipikirkan ketika masyarakat bisa mengajukan berbagai permohonan selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

 

D. PENERAPAN GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM DI BADAN PERTANAHAN NASIONAL SWEDIA

Lantmateriet – Badan Pertanahan Nasional Swedia – adalah lembaga pemerintah yang bertugas mengatur dan mengelola pengunaan tanah dan air di seluruh kawasan Swedia. Lembaga ini mempunyai tugas utama menyediakan informasi geografis, informasi tanah, pengukuran batas-batas tanah, dan teknik informasi geografis. Lembaga ini mempunyai sekitar 2200 pekerja yang tersebar di 100 cabang di seluruh Swedia, dan berpusat di kota Gavle.

Lantmateriet adalah lembaga yang mempunyai database geografis dan pemetaan terbesar. Pada tahun 2001, dengan mengakuisisi Satellus yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa satelit, Lantmateriet mempunyai nilai strategis dalam bidang pemetaan dan pengukuran geografis secara lebih akurat. Tantantan terbesar dari lembaga ini adalah bagaimana memberkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan konsumen. Informasi geografis mempunyai peran penting sebagai dasar berbagai aktivitas bisnis. Hampir semua industri membutuhkan peta geografis untuk melakukan aktivitasnya. Perusahaan riset membutuhkan pembagian informasi geografis yang terukur untuk menentukan penyebaran risetnya, perusahaan distribusi membutuhkan peta geografis untuk menentukan penyebaran produk yang mereka pegang. Departemen Kehutanan membutuhkan peta hutan untuk kepentingan pengambilan kebijakan, konsumen juga memerlukan informasi perbandingan harga tanah dan rumah di berbagai lokasi. Artinya, kepentingan informasi geografis ini memang merambah pada seluruh sektor.

Tujuan utama dari inisiatif e-Government adalah memberikan perbaikan kualitas terus-menerus dari pemerintah terhadap layanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu yang ingin dilakukan adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses layanan ini sebesar-besarnya tanpa harus terbatas oleh tempat dan waktu. Artinya, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan semua layanan ini dari mana saja mereka berada. Salah satu solusinya adalah memberikan fasilitas layanan tersebut melalui website. Dengan website masyarakat bisa mengakses seluruh layanan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu di manapun berada asal mempunyai akses internet. Penggunaan website juga memungkinkan semua layanan dilakukan dengan efisien karena hanya perlu dilakukan di depan komputer oleh masyarakat.

Banyak hal yang mendukung operasional layanan ini, salah satunya adalah karena infrastruktur jaringan komputer yang baik pada masyarakat Swedia dan didukung pula oleh penetrasi Internet yang cukup besar. Masyarakat sudah terbiasa untuk menggunakan Internet sebagai proses komunikasi dan transaksi, maaka ketika layanan ini diluncurkan, mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat. Dengan pengunjung sekitar 230.000 orang setiap bulan, Lantmateriet menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan yang pesat tidak hanya ditunjukkan oleh jumlah pengunjung, tetapi juga jumlah transaksi yang dihasilkan yang pada 2 tahun terakhir selalu menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang bearti.

LAYANAN YANG ADA SECARA ONLINE

Layanan yang diberkan secara online melalui website pada sarnya bisa dikategorikan dalam empat tingkatan. Pertama, adalah layanan yang sifatnya hanya menyebarkan informasi kepada publik. Pada tingkatan ini masyarakat hanya bisa melihat informasi yang diberikan oleh organisasi atau lembaga tertentu. Tingkatan kedua, masyarakat sudah mulai bisa melakukan komunikasi tetapi masih satu arah, misalnya mendownload form, file, dll. Tingkatan ketiga adalah komunikasi dan interaksi dua arah, di mana masyarkat sudah bisa melakukan proses verifikasi dokumen ataupun proses otentifikasi. Dalam fase ini beberaap inisiatif sudah bisa diajukan dan direspon langsung melalui internet. Dan tingkatan keempat adalah tingkatan transaksi, di mana masyarakat bisa melakukan transaksi pembelian produk atau layanan tertentu melalui Internet.

Pemerintah Swedia menginginkan bahwa layanan pertanahan nasional ini dalam website tidak hanya terbatas pada informasi dan komunikasi, tetapi juga melangkah pada tingkatan transaksi. Karena adanya fasilitas transaksi online, pada satu sisi akan memudahkan masyarakat mendapatkan informasi seara cepat dan akurat, di sisi lain di samping menambah efisiensi dan produktivitas poemerintah, diharapkan juga menjadi sumber pendapatan baru bagi pemerintah. Untuk kepentingan itulah, pemerintah kemudian mengadakan survei yang mendalam tentang kebutuhan masyarakat dan layanan seperti apa yang mereka inginkan dalam kerangka pertanahan nasional. Survei itu kemudian dijabarkan pada proses implementasi dengan mendirikan web based service. Beberapa layanan yang bisa diakses online, di antaranya:

MapStore

MapStore adalah layanan penjualan peta secara online. Masyarakat bisa membeli peta seluruh kawasan Swedia melalui Internet dan pembayarannya melalui fasilitas kartu kredit. Dengan demikian seluruh masyarakat yang membutuhkan peta tidak perlu lagi mencari di toko buku, dan hanya perlu membelinya lewat internet.

MapSearch and Geographical Name

MapSearch and Geographical Name adalah salah satu fasilitas yang diberkan lewat website. Pada fasilitas ini masyarakat bisa mencari dan memperbesar skala pada suatu peta untuk mengetahui secara lebih detil nama-nama jalan, gedung, alat komunikasi, batas-batas daerah, kantor-kantor pemerintahan, monumen, dan lain-lain. Dalam database ini terdapat lebih dari 700.000 nama tempat dan kawasan geografis. Masyarakat bisa mengakses ini secara gratis sebagai bagian dari layanan dan tanggung jawab pemerintah dalam memberkan informasi kepada publik.

Historical Map

Historical Map adalah layanan yang menyediakan peta digital dari kawasan negara Swedia pada zaman dahulu kala. Pembuatan peta ini sudah disesuaikan dengan metodologi keilmuwan dari para peneliti dan sejarawan. Hal ini mungkin terjadi karena adanya kemajuan dalam perkembangan teknologi.

YourMap

YourMap adalah fasilitas di mana masyarakat bisa melakukan download peta digital suatu objek tertentu yang akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan ataupun personalnya. Skala objek peta bisa diperbesar sesuai kebutuhan. Biasanya dipakai untuk menunjukkan alamat kantor, gedung ataupun peta jalan yang terbatas.

Image Net

Image Net adalah layanan di mana masyarakat bisa mendapatkan foto kualitas tinggi dari Satelit EROS A1 yang dipunyai Swedia. Foto satelit ini bahkan bisa menunjukkan hingga detil objek pada suatu daerah tertentu, dan tidak terbatas ada kawasan negara Swedia ataupun Eropa saja. Artinya, foto satelit ini bisa untuk melakukan pemotretan berbagai kawasan salama masih dalam orbit dan terjangkau oleh kamera satelit.

SwedelMag

SwedelMag berisi foto-foto penting tentang bangunan dan kawasan geografis di seluruh Swedia. Foto-foto ini bisa dicetak ataupun didownload sesuai kebutuhan. Masyarakat bisa membeli foto-foto ini baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk CD-ROM. Jika peta Swedia selama ini dalam bentuk hitam putih, maka foto-foto ini mayoritas dalam bentuk foto warna.

Property Search

Layanan Property Search menyediakan hampir semua informasi mengenai properti di seluruh kawasan Swedia. Property Search memuat lebih dari 3,2 juta informasi tentang properti dari seluruh Swedia mulai dari perumahan, perkantoran, apartemen, hingga areal tanah. Layanan ini pada dasarnya ditujukan untuk dua kalangan, pertama adalah kalangan profesional yang bergelut dalam industri properti dan kedua adalah untuk masyarakat umum. Untuk kalangan profesional dikenakan sistem keanggotaan dengan membayar sekitar 160 euro setiap tahun. Mereka dapat mendownload semua informasi yang diperlukan dari layanan ini. Sedangkan untuk masyarakat umum yang tidak menjadi anggota, layanan yang diberikan lebih terbatas. Pencarian properti bisa melalui nama gedung ataupun peruamahan, pemilik dan pengembang, ataupun berdasarkan nilai jual suatu kawasan. Hal ini memungkinkan dengan adanya kerjasama dan jaringan dari seluruh pelaku industri properti di sana dengan mengirimkan berbagai data dan informasi yang diperlukan dan melakukan update secara terus-menerus.

Real Property Barometer

Layanan ini merupakan layanan yang berisi informasi tentang perbandingan harga dari seluruh properti di kawasan Swedia. Baik profesional maupun masyarakat umum bisa melihat dengan lebih transparan semua informasi mengenai harga, kualitas, dan layanan yang diberikan oleh suatu kawasan perumahan, misalnya dibandingkan dengan kawasan lain.

BEBERAPA MANFAAT YANG BISA DIPEROLEH

Perkembangan layanan Badan Pertanahan Swedia ini mengalami kemajuan yang cukup pesat, terutama dengan meningkatnya transaksi dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2002, layanan ini menghasilkan penerimaan sebesar SEK 12 juta, dengan biaya yang dikeluarkan sebesar SEK 9 juta (sekitar 1,5 juta euro). Artinya, secara ekonomis, layanan ini telah menghasilkan keuntungan untuk pemerintah.

Melalui layanan internet pemerintah bisa membekan informasi geografis dan mengembangkan jaringan dalam industri properti secara lebih luas. Dari sini tidak hanya fungsi pelayanan informasi publik yang diberikan, tetapi pemerintah tutur aktif menciptakan dan mengembangkan pasar properti di seluruh Swedia dengan layanan ini. Manfaat lain adalah layanan ini membuktikan pemerintah bisa memberikan sesuatu yang terbaik buat masyarakat yang bisa diakses secara mudah dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Karena layanan ini ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari kalangan bisnis, profesional, hingga masyarakat umum secara keseluruhan.

Keuntungan lain adalah bahwa masyarakat sekarang ini bisa memilih sendiri dan melakukan aktivitasnya di manapun mereka berada, sehingga secara umum mempercepat proses bisnis dan produktivitas. Staf di Lantmateriet tidak lagi disibukkan oleh urusan administratif, tetapi dikembangkan untuk mengarah pada konsultasi dan pemikiran lain yang lebih strategis.

Tentu saja semua keberhasilan itu tidak berjalan mulus begitu saja. Banyak kendala yang harus dihadapi, mulai dari pengembangan teknologi yang akan dipakai, pemasaran, dan promosi, hingga pelatihan SDM yang akan menangani proses bisnisnya. Namun demikian, dengan kepemimpinan yang kuat, semua hal itu bisa diatasi. Ke depan, peluang-peluang lain masih sangat terbuka dengan adanya berbagai loncatan teknologi. Misalnya adanya teknologi 3G akan memungkinkan download peta dari telepon seluler maupun PDA. Artinya, apa yang ada sekarang tidak akan berhenti pada titik ini, tetapi terus berkembang di masa mendatang.

Sumber : Buku “E-Government in Action”, Penerbit Andi Yogyakarta.

Catatan :

Bagi Mahasiswa e-Government saya berikut Anda bisa men-download file perkuliahan kemarin yang berjudul “e-Procurement” (.ppt 98 kb).

Pos ini dipublikasikan di Education, Kuliah, Teknologi Informasi. Tandai permalink.

11 Balasan ke E-Government in Action

  1. anakkampoeng berkata:

    waks.. panjang banget artikel nya.. >_

  2. Ardiansyah berkata:

    He…he… ini kan materi kuliah untuk mahasiswa saya, ntar saya siapkan deh file pdf atau doc nya. Sebab ternyata upload file di wordpress yang ekstensi zip, odt gak bisa ya…

  3. rama berkata:

    assalam……
    moga bapak senantiasa berada dalam kasih sayang-Nya,
    ada penambahan ilmu atas artikel diatas,
    pak, lalu bagaimana dengan aspek keamanan e-gov menghadapi serangan-serangan ‘cracker atau cyber crime’ ?
    t’rims

  4. anggi ningtyas berkata:

    Pak… Ini materi kuliah untuk uas nanti…???
    Assalamualaikum…

    Pak Ardi Ini nama blogger saya.

    Nama : Anggi Ningtyas

    Nim : 04018069

    Fakultas : Teknologi Industri

    Jurusan : Teknik Informatika

    Komentar saya tentang web :

    1. Web yang ingin kelompok saya modifikasi adalah tentang : http://www.tangerangkota.go.id/.

    Web tersebut banyak sekali kekurangannya. diantaranya : tidak adanya fasilitas interaksi, transaksi dan lain-lain. Kelompok saya inginmenambahkan form-form tentang interaksi dan transaksi.

    2. Web di blogger bapak. Desain webnya bagus. Dan banyak sekali informasi-informasi tentang kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti LINUX, dan lain-lain.

    Mungkin cukup sekian pernyataan saya tentang web yang saya komentari. Jika ada kesalahan kata, saya mohon maaf.

    Pak… Maaf ya kalo saya telat kirim tugasnya. Heee….

    Makasih ya pak atas perhatiannya.

    Wassalamualaikum…

  5. anggi ningtyas berkata:

    Assalamualaikum…

    Pak Ardi Ini nama blogger saya (anggiedianningtyas@blogspot.com).

    Nama : Anggi Ningtyas

    Nim : 04018069

    Fakultas : Teknologi Industri

    Jurusan : Teknik Informatika

    Komentar saya tentang web :

    1. Web yang ingin kelompok saya modifikasi adalah tentang : http://www.tangerangkota.go.id/.

    Web tersebut banyak sekali kekurangannya. diantaranya : tidak adanya fasilitas interaksi, transaksi dan lain-lain. Kelompok saya inginmenambahkan form-form tentang interaksi dan transaksi.

    2. Web di blogger bapak. Desain webnya bagus. Dan banyak sekali informasi-informasi tentang kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, seperti LINUX, dan lain-lain.

    Mungkin cukup sekian pernyataan saya tentang web yang saya komentari. Jika ada kesalahan kata, saya mohon maaf.

    Pak… Maaf ya kalo saya telat kirim tugasnya. Heee….

    Makasih ya pak atas perhatiannya.

    Wassalamualaikum…

  6. sofian Arif W 05018188 berkata:

    pak….file materi e-goverment cuma yg e-goverment action itu aja ya ato ada yg lain yg diposting

  7. Ir_WIN berkata:

    Untuk Indonesia mungkinkah terwujud? Tahun berpa ya.. Biarpun terwujud akankah berjalan😀

  8. captain naim berkata:

    bapak ardiansyah kalau punya artikel atau tutorial.Saya minta tolong dikirimkan k mail saya di captainnaiminformatika@gmail.com.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.wass

  9. Nama : Aitya Prihascahya
    NIM : 05018051
    Situs e-gov yang dipilih :kulonprogo.go.id
    URL blog saya : http://adityape-ape.blogpot.com

  10. Nama : Aditya Prihascahya
    NIM : 05018051
    situs gov yang diambil : berhubung situs kulonprogo.go.id sudah ada yang make, saya ganti jah…. menjadi semarangkab.go.id
    URL : http://adityape-ape.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s