Peranan Media Dalam Menggairahkan Industri Software

screenshot0.png

Media massa sudah kita pahami bersama memiliki kekuatan yang signifikan dalam membangun sebuah opini dan pemahaman publik. Dengan media massa juga sebuah opini dan stereotip dapat dapat terbangun dengan cepat dan begitu meyakinkan.

Bila dikaitkan dengan industri Teknologi Informasi (TI), maka peranan media sebenarnya dapat membantu mempercepat pertumbuhan industri ini. Semisal contoh maraknya majalah-majalah TI yang khusus mengupas tentang produk-produk TI. Tidak ketinggalan pula surat kabar umum ikut juga membahas bahkan menyediakan rubrik khusus untuk masalah TI. Lihat saja Kompas dan Bisnis Indonesia yang dalam amatan saya secara rutin menurunkan ulasannya terhadap produk TI.

 

Tapi yang disayangkan selama ini produk-produk yang diangkat hampir seratus persen adalah produk-produk hardware mulai dari notebook, audio system, telecom, dsb dan sangat kontras sekali yaitu kurangnya ulasan-ulasan mengenai produk software. Ok lah mungkin sesekali saya perhatikan Kompas pernah mengupas tentang Windows XP, Vista, Linux, tetapi software-software lain nyaris belum saya lihat pernah diulas, padahal memiliki peranan penting dalam kehidupan berkomputasi masyarakat.

Terus terang saya tidak paham mengapa ini terjadi apakah karena para vendor software memang tidak/jarang mempromosikan dan mengenalkan produknya? Atau memang media yang kurang “bergirah” untuk mengejar berita tentang software.

 

Bukan Hanya Produk

Dalam rangka untuk lebih menggairahkan industri software dan membangun awareness masyarakat terhadap industri ini berikut produk yang dihasilkan maka selayaknya media sesekali dan rutin untuk menampilkan berita/ulasan tentang behind the scene dari industri software terutama proses penciptaan produk software. Media dapat menampilkan profil/sosok perusahaan/pengusaha yang suah eksis di bidang ini. Bagaimana proses mereka start up, tumbuh dan berkembang hingga menjadi besar. Sehingga pesan yang akan diberikan kepada masyarakat bahwa industri software adalah benar-benar menjadi bagian penting dalam ekskalasi perekonomian nasional bahkan global tercapai, di samping untuk “mengenyahkan” opini yang sudah tertanam kuat di masyarakat kita bahwa industri software is nothing yang sama sekali tidak dihargai. Untuk itu hubungan antara perusahaan software dan media menjadi sangat penting dalam konteks ini dan mungkin MetroTV sudah memberikan contoh yang cukup bagus dengan acara e-Lifestyle-nya (walaupun masih sedikit porsi tentang piranti lunak) dan ini patut ditiru oleh media lainnya baik cetak atau elektronik.

 

Pesan Bagi Perusahaan dan Media

Bari perusahaan software marilah untuk mulai memberikan perhatian khusus terhadap pengenalan produk-produk Anda ke media, selain untuk promosi secara tidak langsung kegiatan tersebut dapat menunjukkan dan mengedukasi masayarakat tentang eksistensi industri kita dan bagi media selayaknya mulai memikirkan space khusus untuk ulasan tentang industri dan produk software. Percayalah peranan media sangat penting agar bisa menciptakan gairah dan iklim industri software yang lebih baik, lihatlah CNN, PCNews.TV dan media luar negeri lainnya yang kerap mengulas peluncuran produk suatu software baik secara live, wawancara ke pimpinan perusahaan, dsb.

Ingin turut menjadi pelaku sejarah dalam membesarkan industri software tanah air?, MAU…?

 

Foto : Berita dari stasiun televisi di Jepang waktu peluncuran Windows XP beberapa waktu lalu.

Pos ini dipublikasikan di Bisnis, Fenomena, Opinion, Software, Teknologi Informasi. Tandai permalink.

5 Balasan ke Peranan Media Dalam Menggairahkan Industri Software

  1. asf berkata:

    Bisa jadi ini karena kebijakan media yang berpihak pada satu produsen software kelas kakap.

    Saya kerap mengikuti konferensi pers atau pengenalan produk hardware maupun software. Unktuk hardware, banyak banget wartawan yang datang. Mulai dari koran dan majalah berita hingga media hiburan.

    Tapi kalau software, wartawan yang datang hanya beberapa orang saja. Saya tidak tahu kalau acara M$, apakah banyak yang datang atau tidak. Karena tidak pernah mengikutinya.

    Minimnya informasi software di media bisa jadi karena masalah iklan, Hardware lebih banyak membelanjakan iklannya. Jadi pada berebut dech media mengorbankan halamannya diisi informasi hardware. Dengan harapan ia memperoleh iklan dari produsen hardware tersebut.

    Yuk ah, menulis software!

  2. Ardiansyah berkata:

    Ya saya juga sempat berfikir begitu, tapi karena bukan orang media makanya saya gak berani berasumsi. Di sinilah mungkin titik tolaknya bagaimana seluruh komponen yang berkepentingan mulai memikirkan hal ini. Mungkin antara pemerintah, perusahaan, media, komunitas perlu duduk bersama untuk membahas masalah bagaimana mem-boomingkan industri software dengan salah satunya atas bantuan media. Ada ide lain?

  3. asf berkata:

    Persentuhan orang media dengan software juga sangat kurang. Sebagian besar bekerja dengan sistem operasi windows dan berbagai aplikasi yang ada di dalamnya. Begitu juga, ketika muncul hardware-hardware canggih isinya sudah Windows. Jadi merasa tidak ada yang aneh dengan software.

    Coba kalau awak media, setidaknya yang bekerja pada desk teknologi informasi bersentuhan dengan sistem operasi selain windows. Ia akan menemukan berbagai hal baru dari kesehariannya. Selain itu, ia juga akan menemukan nilai-nilai kebebasan. Sehingga ia akan gatal, dan muncul keinginan mencoba software-software lain, baik yang berbayar maupun gratis.

    Rasanya kita harus membuat program pengenalan berbagai software pada orang-orang media. Selanjutnya, mereka harus merasakan dipatuk pinguin agar menjadi demam. Setelah demam, biasanya akan mencoba dan mencoba berbagai software, hingga memodifikasinya.

    Setelah berkenalan jauh, saya rasa ia akan menemukan berbagai ide reportase. Mulai dari sisi teknis, bisnis, hingga ideologi orang-orang yang bergelut dengan software.

    Yuk Ah….

  4. Ardiansyah berkata:

    Kayaknya saya sudah menemukan salah satu orang media yang pas untuk menjadi partner perubahan. Ayo mas bagaimana konkritnya kita realisasikan ide mas tersebut? Kira2 apa aja yang dibutuhkan?

  5. asf berkata:

    Karena provokasi Anda, barusan saya menulis tentang software. Sayangnya ruang yang tersedia pada halaman Cakrabuana Radar Cirebon sangat kecil. Jadi saya hanya biasa menulis sekitar 2.000 karakter.

    Versi online-nya bias ditengok di http://asep.wordpress.com/2007/07/05/berkarya-tanpa-membajak/

    yuk Ah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s