Generasi Silent Productive

 silent_mouth.jpg
Ikut milis, nonton berita/debat, wawancara, berwacana, diskusi, dll sebenarnya ada baiknya buat kita. Tetapi kalau kebanyakan ngomong dan tidak pernah action kayaknya lama-lama gerah juga melihatnya. Terutama milis yang kasih komentar nya bejibun, bahkan hujat sana hujat sini akhir-akhir ini menjadi santapan saya sehari-hari. Kadangkala saya membatin apakah bangsa ini bakal menjadi besar kalau masyarakatnya cuma bisa NATO (not action talk only)?
Saya jadi teringat tulisan I Made Wiryana beberapa tahun dulu, bahwa salah satu keberhasilan India menguasai TI adalah karena para anak mudanya yang pintar-pintar itu memang rada kuper politik atau sosialisasi, tapi kontribusi yang mereka berikan kepada bangsa mereka sangat besar, yaitu bisa mengangkat harkat martabat India sebagai negara super power di bidang TI. Nah, ini lah yang sudah hampir setahun belakangan ini saya terapkan, yaitu menjadi dan mencetak banyak generasi silent productive, yaitu segolongan masyarakat, komunitas, personal, perusahaan atau apa lah yang tidak banyak ngomong tapi produktif dalam berkarya, menghasilkan produk, ekonomi, dll.
Bagaimana dengan Anda?
Pos ini dipublikasikan di Bisnis, Education, Fenomena, Opinion, Praktek Bisnis, Teknologi Informasi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Generasi Silent Productive

  1. Diki berkata:

    wah betul juga sih mas, mencerahkan dan mengingatkan nih postingannya, memang kadang sekarang ini brainstorming dan diskusi di milis (atau apapun) kepanjangan tapi output realnya malah dilupain/gak muncul2 gara2 malah lupa kerja/berkarya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s