Krisis Lagu Anak-Anak?

 ksp-07-anak-anak_panti_asuhan.jpg

Tiba-tiba saya mendengar anak-anak kecil menyanyikan lagu-lagu populer orang dewasa, semacam Peterpan, Nidji, Ungu, dll. Seketika itu juga saya merasa ada yang janggal dan aneh, apa ya….? Lama saya membatin bertanya pada diri sendiri, apa yang aneh ya…?

Langsung saya menerawang jauh ke belakang di masa kecil dulu, perasaan saya dulu seneng deh menyanyikan lagu-lagu Ezza Yayang, Bondan Prakoso “si lumba-lumba”, Roti Sumbu, Melisa “Abang Tukang Bakso”, Eno Lerian, Si Komo, dll. Hmmm…… berarti dapat deh jawabannya, yaitu kita sekarang sudah kehilangan atau krisis lagu anak-anak! Di tambah itu pula, siaran televisi sepertinya tidak ada yang memberikan slot waktu untuk acara-acara lagu anak-anak. Waduh, ternyata zaman sekarang sudah sangat berubah ya…? Sekarang mereka “dipaksa” lingkungan untuk menerima mentah-mentah lagu, kebiasaan orang dewasa.

Wah, bagaimana nih mengatasi masalah ini….? Ada solusi ..?

Pos ini dipublikasikan di Education, Entertainment, Fenomena, Gaya Hidup, Opinion, Sosial Politik. Tandai permalink.

6 Balasan ke Krisis Lagu Anak-Anak?

  1. paydjo berkata:

    ehem … ehem …

    Ezza Yayang ohm bukan Reza Yayang dan dia gag nyanyiin lumba-lumba. yang nyanyiin lumba-lumba itu Bondan Prakosa

    setelah era Cikita Meidy dan Joshua dah jarang terdengar lagu anak-anak lagi

  2. Ardiansyah berkata:

    iya jo, sori udah lupa, tuh udah sy revisi. Berarti masa kecil kita dulu termasuk enak ya, karena banjir lagu-lagu anak… Kasihan deh, generasi anak-anak kita sekarang..

  3. indah berkata:

    sedih ya . . . ga da penerus pak AT Mahmud dkk, pencipta lagu anak yang luar biasa dan tetap abadi dinyanyikan sepanjang masa. sangat disayangkan . . . lomba nyanyi anak, yang dinyanyikan lagu orang dewasa ???

  4. kriuk! berkata:

    Iya, sepakat banget sama mas Ardiansyah. Betapa beruntungnya masa anak-anak kita karena masih mengenal lagu yang benar-benar segmentasinya buat anak kecil.

    Solusi yaa, kalo menurut kita sih nggak usah jauh-jauh pisan. Ciptakan aja solusi lokal yang bisa diterapin ke adik sendiri, anak sendiri, atau keponakan sendiri, seperti:
    1. Temenin mereka kalo lagi nonton TV. Jangan biarkan telinga mereka banyak mendengar lagu band d’Massive, Kapten, Duo Maia, dkk.
    2. Kita yang udah pada berumur ini, harus aktif mengajarkan lagi lagu anak-anak, kalo perlu jelaskan juga setiap makna dari lagu tadi.

    Untungnya, teknologi internet masih mampu menyediakan sisa-sisa dokumentasi lagu-lagu cilik lho. Tinggal sedot, dan pasang di MP3 player dengan volume dan intensitas yang cukup. Jadi otak mereka nggak dipenuhi lagu cinta orang dewasa. Hhahaha. Situs seperti youtube dan multiply tentu bisa dimaksimalkan.

    Kita nemu satu situs nih yang mungkin bisa ngebentu.
    http://anangku.multiply.com/music/item/821

    Maaf ya kepanjangan, habis kita juga gerah dan geregeuten sama issue yang satu ini. Hoho.
    Cheers All,
    *Kriuk!

  5. Kak Zepe berkata:

    saya punya koleksi lagu anak terbaru ciptaan saya sendiri dan sudah banyak dipakai di TK dan PAUD…..jumlahnya mencapai 30 lagu..
    ada yang berbahasa Inggris dan ada pula yang berbahasa inggris..
    klik saja:
    http://www.lagu2anak.blogspot.com/
    vvv

  6. Rudi Ansah berkata:

    asalamualaikum adik2ku pa kabarnyasehat suurlah klo sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s