Kandas di Babak Kedua

Menyakitkan! Itu kata yang tepat buat kekalahan tim asuhan saya ketika kalah dalam pertandingan babak kedua Papua Cup melawan PS Manokwari dengan skor 1-2.

Jalannya Pertandingan

Memang saya akui tim kami kalah di semua lini. Memulai pertandingan dengan gugup dan kelihatan “kaget” karena harus bertanding pukul 14.30 siang membuat barisan pemain kocar-kacir. Bayangkan saja, lepas kick off beberapa menit langsung gawang kami nyaris bobol kalau tidak karena bola hasil tendangan keras pemain lawan membentur mistar bagian bawan lalu memantul ke bawah. Dari situ lah sport jantung kami para ofisial di mulai. Kekalahan kami sudah kelihatan dari bagian bek kanan yang kerap kehilangan bola karena gagal mem-pressure lawan. Alhasil sering sekali tusukan dan serangan berbahaya lawan berawal dari sana. Oleh karena itu segera saya ganti dengan pemain sesungguhnya karena datangnya telat. Alhasil barisan belakang sudah beres dan kuat.

Tetapi petaka pertama datang ketika tidak berapa lama kemudian, berawal dari serangan lawan yang sudah dekat area penalti akibat bebas marking pemain kami tendangan bebasnya yang keras sukses menjebol gawang kami, 0-1 buat PS Manokwari. Adapun gol balasan kami bermula dari free kick di bagian kanan lapangan yang dieksekusi oleh Okta, bek kiri kami. Tendangannya yang sangt akurat sempat membentur mistar gawang dan tepat jatuh di kaki Zainal pemain tengah dan tanpa ampun melesakkan tendangannya hingga tidak bisa ditahan kiper lawan, 1-1 skor berubah.

Menjelang pluit akhir pertandingan sebenarnya kami sudah optimis bakal terjadi penalti yang membuat kami sangat PD, karena kami unggul di sisi kiper. Tetapi bencana yang kami takutkan terjadi, akibat konsentrasi yang kurang di akhir pertandingan, bermula dari Pinandi, bek kanan kami yang membuang bola ke tengah dan berhasil diambil lawan yang langsung umpan crossing dan gagal di heading oleh Ratno hingga dengan manis bola berhasil di heading oleh pemaing lawan, akibatnya pada injury time kami harus mengalami kekalahan yang saya rasa sangat menyakitkan dengan skor 1-2.

Dari kekalahan ini saya sangat paham bagaimana tidak enaknya kalau kalah di saat injury time. Tapi memang tim lawan pantas menang, karena mereka unggul dari permainan. Kami akan bertekad untuk tampil lebih baik lagi pada kompetisi-kompetisi yang akan datang. Bagi saya pribadi menjadi manajer pertama kali ini membuat semakin ketagihan, wah bagaimana nih…?🙂

Pos ini dipublikasikan di Events, Gaya Hidup, Health, Sports. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s