Tenang Saja, Konsumen Akhirnya Beli Juga Kok…
Saya dan Anda pasti sering melihat secara sengaja atau tidak produk-produk yang diiklankan dan terpampang mulai dari bentuk spanduk, surat kabar, iklan baris, kolom, baliho, reklame, televisi, radio, dll. Pada awalnya kita mungkin cukup tertarik ketika melihat sebuah produk dengan berkata dalam hati, “…hmmm, bagus juga tuh produk, suatu saat beli ah….“.
Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, mungkin kita telah lupa dengan niat tersebut. Nah, suatu hari kita melihat kembali iklan produk tersebut dan lantas teringat kembali dengan niat kita untuk membeli produk tersebut, tapi karena hari itu kita sangat sibuk dengan kerjaan rutin, akhirnya niat tersebut tertunda kembali. (lagi…)
Kandas di Babak Kedua
Menyakitkan! Itu kata yang tepat buat kekalahan tim asuhan saya ketika kalah dalam pertandingan babak kedua Papua Cup melawan PS Manokwari dengan skor 1-2.
Jalannya Pertandingan
Memang saya akui tim kami kalah di semua lini. Memulai pertandingan dengan gugup dan kelihatan “kaget” karena harus bertanding pukul 14.30 siang membuat barisan pemain kocar-kacir. Bayangkan saja, lepas kick off beberapa menit langsung gawang kami nyaris bobol kalau tidak karena bola hasil tendangan keras pemain lawan membentur mistar bagian bawan lalu memantul ke bawah. Dari situ lah sport jantung kami para ofisial di mulai. Kekalahan kami sudah kelihatan dari bagian bek kanan yang kerap kehilangan bola karena gagal mem-pressure lawan. Alhasil sering sekali tusukan dan serangan berbahaya lawan berawal dari sana. Oleh karena itu segera saya ganti dengan pemain sesungguhnya karena datangnya telat. Alhasil barisan belakang sudah beres dan kuat.
Tetapi petaka pertama datang ketika tidak berapa lama kemudian, berawal dari serangan lawan yang sudah dekat area penalti akibat bebas marking pemain kami tendangan bebasnya yang keras sukses menjebol gawang kami, 0-1 buat PS Manokwari. Adapun gol balasan kami bermula dari free kick di bagian kanan lapangan yang dieksekusi oleh Okta, bek kiri kami. Tendangannya yang sangt akurat sempat membentur mistar gawang dan tepat jatuh di kaki Zainal pemain tengah dan tanpa ampun melesakkan tendangannya hingga tidak bisa ditahan kiper lawan, 1-1 skor berubah.
Menjelang pluit akhir pertandingan sebenarnya kami sudah optimis bakal terjadi penalti yang membuat kami sangat PD, karena kami unggul di sisi kiper. Tetapi bencana yang kami takutkan terjadi, akibat konsentrasi yang kurang di akhir pertandingan, bermula dari Pinandi, bek kanan kami yang membuang bola ke tengah dan berhasil diambil lawan yang langsung umpan crossing dan gagal di heading oleh Ratno hingga dengan manis bola berhasil di heading oleh pemaing lawan, akibatnya pada injury time kami harus mengalami kekalahan yang saya rasa sangat menyakitkan dengan skor 1-2.
Dari kekalahan ini saya sangat paham bagaimana tidak enaknya kalau kalah di saat injury time. Tapi memang tim lawan pantas menang, karena mereka unggul dari permainan. Kami akan bertekad untuk tampil lebih baik lagi pada kompetisi-kompetisi yang akan datang. Bagi saya pribadi menjadi manajer pertama kali ini membuat semakin ketagihan, wah bagaimana nih…?
Lolos Ke Babak Kedua
Tim sepakbola PS Palembang-Yogyakarta yang saya manajeri berhasil lolos ke babak kedua setelah pada tanggal 7 Juni 2008 kemarin berhasil mengalahkan tim PS Timika dalam lanjutan kompetisi Papua Cup. Kompetisi ini mempertemukan berbagai klub sepakbola amatir di wilayah Yogyakarta yang mayoritas biasanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang kuliah di Yogyakarta. Sebetulnya saya sendiri biasa menjadi pemain, terutama posisi bek kiri, namun karena faktor “umur” saya didaulat oleh rekan-rekan untuk menjadi manajernya saja.
Ternyata asyik juga ya jadi manajer, karena sport jantung, teriakan dari pinggir lapangan dalam memberikan instruksi menjadi rutinitas wajib di lapangan ketika sedang bertanding. Oh ya babak berikutnya kami akan berhadapan dengan PS Manokwari, doakan kami menang ya…
Susunan Pemain (dari kiri ke kanan foto): Mincen (gelandang), Okta (bek kanan), Ratno (gelandang), Thomas (kiper), Udin (gelandang), Daril (winger), Viktor (bek kanan), Andik (bek kiri), Franky (winger), Rino (bek kanan), Bayu (gelandang), Upik (bek tengah), Joni (striker), Andi (ofisial), Zainal (gelandang), Saya (manajer), Yuadi (gelandang), Febri (bek tengah).
Akhirat di Hati Dunia di Tangan
Jujur, setiap hari ketika menjelang dan bangun dari tidur apakah yang sering menjadi evaluasi personal kita dengan apa yang telah kita lakukan hari ini? Apakah penuh dengan urusan pekerjaan yang tak kunjung selesai, proyek yang tak kunjung dapat, mobil dan rumah impian yang belum terwujud, khawatir tidak memiliki uang ketika anak akan masuk sekolah, sibuk dengan iri terhadap teman kantor/tetangga yang sudah menambah mobil dan rumah baru, dan hal-hal yang terkait dengan itu.
(lagi…)
Fadel Muhammad & Entrepreneurship Government

Sudah lama saya mengagumi kiprah dan sepak terjang Fadel Muhammad sejak menjadi gubernur Gorontalo. Fadel yang juga seorang pengusaha yang menjadi tokoh nasional ternyata mau terjun ke daerah untuk memimpin sebuah provinsi baru waktu itu yaitu Gorontalo.
Adapun yang menjadi kekaguman saya adalah kesuksesan Fadel yang memiliki jiwa wirausaha dalam mengembangkan Gorontalo. Dia faham bahwa untuk menjadi sebuah propinsi yang memiliki nilai jual tinggi maka harus ada pula komoditi yang menjadi andalan propinsi yang dipimpinnya tersebut berdasarkan kompetensi dan keunggulan lokal yang dimiliki. Coba ingat kembali beberapa tahun ke belakang, kita mungkin berkata “apa sih yang bisa diandalkan di Gorontalo”?. Dan pilihan Fadel tidak salah yaitu dengan memilih jagung sebagai komoditas utamanya. Dengan begitu dia langsung fokus dalam pengembangan agro industri jagung ini dari tahun ke tahun. Hasilnya komoditi jagung menjadi sumber penghasilan pendapatan daerah terbesar di propinsi tersebut yang malahan sudah diekspor ke Malaysia dan Philipina. Di sinilah letak entrepreneurship government yang diterapkan Fadel terbukti berhasil, yaitu dengan fokus “berbisnis jagung”, menyiapkan seluruh sarana, prasarana, infrastruktur, suprastruktur ditambah lagi pengalaman Fadel sebagai seorang pebisnis yang tentu saja sangat membantu ke arah keberhasilan “bisnis jagung” di Gorontalo tersebut.
Mental seperti inilah yang diharapkan bisa diterapkan oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia, yang mampu mengoptimalkan berbagai potensi besar dari komoditi yang bisa dikembangkan di daerah masing-masing, sehingga dapat mengurangi ketergantungan yang besar pada pendapatan dari pajak. Dengan kejelian para pemimpin daerah dan fokus dalam membesarkan komoditi daerahnya bukan tidak mungkin daerah-daerah Indonesia akan menjadi makmur.
Launching for Marketer & Entrepreneur
Baru saja kemarin menyelesaikan satu buku lagi, yaitu tulisan Simon Jonatan berjudul Launching for Marketer and Entrepreneur. Buku ini termasuk buku pertama yang khusus mengulas tentang strategi launching tidak hanya sasarannya bagi para marketer tapi juga bari entrepreneur. Penulis buku ini juga seorang yang sudah kenyang pengalaman yang sukses dalam meluncurkan produk seperti Extra Joss. Secara keseluruhan ada satu pejalaran yang bisa saya ambil yaitu launching adalah akhir dari sebuah persiapan panjang dan awal dari sebuah perjalanan panjang sebuah produk. Karena banyak perusahaan yang sangat semangat di awal hingga hingar bingar peluncuran. Tetapi setelah itu mereka sudah kehabisan energi untuk mem-follow up pasca peluncuran, sehingga bukanlah kesuksesan produk yang diraih melainkan kegagalan.
Yang membuat buku ini sarat pelajaran berharga dikarenakan banyak sharing pengalaman dari para profesional dan entrepreneur tingkat nasional mulai dari Irwan Hidayat (Sidomuncul), dr. Boenjamin (Bintang Toedjo), Barry Lesmana (perbankan), Sudhamek AWS (Garudafood), Yoe Kok Lin (Merit), Angky Camaro (Sampoerna), Harry Sanusi (Kino), Hasnul Suhaimi (Excelmindo Pratama), Johnny Andrean (BreadTalk, J.CO), Johny Darmawan (Toyota), Muhammad Warsianto (Rokok), Pranoto Widjojo (Tje Fuk), Willy Sidharta (Aqua).
Ahlan Wasahlan
Semalam untuk pertama kalinya saya mulai kursus privat bahasa Arab bersama teman-teman. Kami memilih khsusus metode kursus yang didesain untuk percakapan. Kesan pertama belajar terus terang saya seperti anak kecil yang harus belajar ngomong, sulit sekali. Apalagi kita harus memaksa diri untuk lancar dan cepat membaca tulisan Arab gundul. Tapi secara keseluruhan, alhamdulilah semakin membuat saya cinta dengan bahasa Arab, karena susunan kata-katanya itu begitu menakjubkan dan indah, misal untuk kata ganti orang/benda dalam bahasa Arab bisa mencapai 15 lebih kata ganti! Belum lagi nanti urusan nahwu sharaf nya yang harus saya pelajari dengan serius. Wah asyik nih kayaknya.
Ada beberapa motivasi mengapa saya memutuskan mengambil kursus bahasa Arab, mulai dari agar mudah dalam mengartikan dan men-tadabburi makna yang terkandung di dalam Al Qur’an, memudahkan percakapan bila bertemu orang Arab dan terakhir persiapan nantinya bila mulai mengepakkan sayap bisnis di wilayah Timur Tengah tersebut.
Dikepung Kartu Kredit
Memang dulu sih saya pernah memborbardir aplikasi pengajuan kartu kredit ke berbagai bank. Alhasil dari hampir sepuluh card issuer yang saya tuju, sekitar 40% nya menerima aplikasi saya tersebut. Tapi itu sudah lama sekali berlalu. Malahan saya sekarang cuma tinggal pakai 2-3 kartu, karena sudah “insyaf” he..he…
Namun, dalam sebulan terakhir ini ternyata kondisinya terbalik. Saya merasa menjadi sasaran para card issuer yang menawarkan berbagai macam kartu kredit. Terus terang cukup membuat “risih” sedikit, mulai di telpon langsung hingga teman sejawat yang mempromosikan ke saya, hingga kadang gak enak hati menolaknya. Terpaksa deh, sambil cari mengulur2 waktu dulu, sambil mencari alasan dan mempelajari dulu lebih dalam. Siapa tahu ada yang cocok
Topik Penelitian Tugas Akhir & Skripsi Teknik Informatika (3)
Judul Topik: Plug In Kamus di Mozilla FireFox
Sebagai orang yang sering browsing di Web tentu kita banyak dihadapkan dengan bahan bacaan yang berbahasa Inggris. Tentu saja bila kosakata kita sedikit akan sangat mengalami kesulitan untuk bisa memahami isi bacaan di website tersebut.
Memang sudah banyak software yang memudahkan kita dalam menterjemahkan kata/kalimat bahasa Inggris. Tetapi ketika saya sedang asyik membaca dan gak tahu denga arti sebuah kalimat buru-buru harus membuka software kamus sehingga kesannya kurang comfort. Tiba-tiba saja saya jadi teringat fungsi FIND di FireFork yang dengan mudah men-trace kata-kata yang kita ketikkan di browser itu. Seketika itu juga saya langsung terbetik keinginan/ide alangkah mudahnya bila ada fungsi FIND serupa yang bisa digunakan fungsinya untuk langsung menterjemahkan kata yang ingin kita tahu terjemahannya.
Bagaimana, tertarik dengan tema kali ini?
Akhirnya Nonton AAC Juga
Sudah sekitar 2 minggu merencanakan nonton AAC sama istri, akhirnya baru kesampaian kemarin kami merealisasikannya di Ambarukmo Plaza. Biasanya hari Senin, harinya orang pada sibuk kerja dengan setumpuk agenda yang harus diselesaikan. Beda dengan kami yang tidak tanggung-tanggung langsung memilih jam tayang yang paling pagi yaitu sekitar pukul 11.15 WIB. Sambil menunggu mulai filmnya mulai, istriku minta makan akhirnya makan dulu deh di food court dekat studio.
Saya tidak akan membahas mengenai film ini, karena saya sudah yakin ratusan tulisan pasti sudah menulis review film ini. Saya hanya ingin memberikan kesan bahwa overall film ini bagus sama kayak film Nagabonar 2 dulu, karena menghadirkan tontonan inovatif di tengah film-film “amburadul” lainnya. Salah satu hikmah yang bisa saya ambil dari film ini adalah mengenai ajaran untuk sabar dan ikhlas. Karena banyak dialog dalam bahasa Arab semakin membuat saya semangat untuk segera juga bahasa Arab. Sukses ya film AAC…



